Posted in Ta'lim

Kesabaran

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Faedah kesabaran

Terujinya kesabaran seseorang dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama inimaka hal demikian merupakan kesabaran yang terpuji. Meskipun mereka disiksa dengan besi untuk menegakkan agama ini akan tetapi dakwah mereka tidak surut. Meskipun badannya disisir oleh besi. Betapa kuatnya keimanan mereka. Apalah daya kita di zaman yang sekarang kita mudah surut tatkala dihadang dalam dakwah, di fitnah dan yang semisalnya. Hal demikian karena lemahnya keimanan kita.

Orang orang pada zaman dahulu sangatlah kuat kesabarannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah mengajarkan untuk mengeluh. Beliau pernah memberikan nasehat tentang gambaran orang orang terdahulu. “mereka adalah orang orang yang kuat imannya, orang orang yang hebat penderitaannya, yang taruhannya nyawanya, penderitaan yang sangat dahsyat”. Siapa diantara kita yang suka mengeluh maka ia adalah orang yang lemah, dan sesiapa yang tidak mengeluh maka ia adalah orang yang kuat.

Kisah Ibnul Qayyim al jauziyyah kiranya bisa menjadi ibroh. Beliau sering kali terguncang lemah tatkala guru beliau yaknu Ibnu Taimiyyah dipenjara disebabkan fitnah. Namun ketika beliau sudah menemui gurunya dan diberi nasehat, seketika kembalilah bersemangat dirinya. Padahal yang kita ketahui betapa indahnya beliau dalam berkarya (bisa dibaca buku karya beliau yang sangat menyentuh hati serta sarat makna).

  • Sangatlah dahsyat ujian yang diberikan kepada para shahabat dan mereka menanggung ujian dijalan Allah dengan hati yang suka rela dan jiwa yang penuh dengan ketaatan.
  • Seseorang akan terlihat aslinya setelah diuji (diberi musibah). Orang yang munafik akan kembali kepada kesesatannya, sementara orang mukmin akan kembali kepada keimanannya setelah diuji.
  • Orang mukmin harus tetap teguh diatas aqidahnya meski ia harus disayat oleh gergaji
  • Diperbolehkan membuat permisalan dengan ummat terdahulu tentang kesabaran mereka dizaman dahulu (kisah : nabi musa dikejar oleh penguasa saat menegakan dakwah hingga harus menyebrangi lautan.
  • Diperbolehkan seseorang menceritakan musibah dari orang kafir yang menimpa dirinya
  • Boleh mendoakan kebinasaan bagi orang orang kafir.
  • Orang yang kafir, fasik, maksiat mereka tidak mendekat pada keimanan dan ini merupakan jalan orang yang durhaka
  • Setiap orang yang menjalankan sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam maka ia pun akan mengalami penderitaan sebagaimana rasulullah pun mengalaminya.
  • Ketika kita mengalami apa ujian yang rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam alami, maka hendaklah bersabar dan memohon agar diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah. Karena seyogyanya ujian kita tidak lah sebanding dengan yang beliau rasakan sebelumnya.
  • Wallahi ! apa yang diusahakan dalam menegakan agama Allah dan sunnah Rasul. Yakni siapapun yang berjalan diatas sunnah maka akan Allah permudah jalannya dala menyempurnakannya.
  • Bersabarlah ! bersabarlah!. Karena bersabar akan menghantarkan kepada kebahagiaan
  • Kiamat tidak akan terjadi sebelum dikalahkan oleh ummat muslim. Karena kemenangan itu, masa depan itu adalah milik Islam.
  • Manusia tatkala diberi ujian ada 4 tipe:

1. orang yang berkeluh kesah

2. orang yang sabar

3. orang yang ridho

4. orang yang bersyukur (ini merupakan tingkatan tertinggi).

“Ujian adalah termasuk konsekuensi – konsekuensi keimanan pada semua waktu”

“Bersabar dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama ini adalah kesabaran yang terpuji.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mengharap Kematian

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -40

Dari Anas radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda: “Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah hadits :

  • Jika seorang hamba takut terkena fitnah dunia, maka diperbolehkan berdoa sesuai redaksi hadits diatas.
  • Seseorang tidaklah diperbolehkan mengharapkan kematian, dan ingatlah bahwa setelah mati itu amalan seseorang akan terputus.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam berkata : siapa yang suka bertemu dengan Allah maka Allah akan suka bertemu dengannya (begitupun sebaliknya).

Question :

  1. Ketika kita sakit demam bolehkan diobati? Jawab: boleh berobat maupun tidak. hanya saja ketika kita yakin untuk tidak berobat maka yakinlah akan sembuh dengan sendirinya. Dan hal demikian akan semakin besar pahalanya asalkan senantiasa bersyukur.
  2. Apakah membuat orangtua kecewa termasuk durhaka? Jawab: sesiapa yang membuat orangtua nya kecewa, menangis, marah maka itu sudah termasuk kategori durhaka. Meskipun kita diposisi yang benar. Penuhilah semua kemauan orangtua selam tidak meminta dalam kemaksiatan atau kesyirikan.

“Bagaimana menjadikan agar orangtua tidak kecewa terhadap dirimu? Birrul walidain.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Dikehendaki Kebaikan

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -39

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

“Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperoleh kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya.” (Riwayat Bukhari).

 

Faidah hadits :

  • Seorang mukmin pasti dirinya pernah diliputi kekurangan.
  • Ujian adalah tanda kecintaan Allah kepada dirinya, sampai Allah tinggikan derajatnya, kemudian Allah hapuskan dosanya.

 

“tidak ada obat yang lebih membahagiakan selain menuntut ilmu. Maka jadikanlah menuntut ilmu sebagai hiburan.”

 

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Selamat Datang Wahai Washilah Menuju Akhirat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -26

Dari Abu Said yaitu Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta – sedekah – kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:

“Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits :

  • Siapa yang menjaga dirinya untuk tidak meminta minta, maka Allah akan menjaganya. Orang miskin yang sesungguhnya itu tidaklah meminta minta.
  • Barangsiapa yang merasa cukup maka Allah akan memberi kecukupan.
  • Barang siapa yang bersikap sabar dan berupaya bersikap sabar. Maka Allah akan jadikan ia orang yang sabar.
  • Akhlak yang mulia hanya dapat diperoleh dengan motivasi dan melatih jiwa. Akhlak yang mulia itu diupayakan bukan di nanti nanti.
  • Jangan merasa rugi jika sudah memberi pada yang layak diberi.
  • Apabila kita tidak mampu untuk memberi maka tidak boleh mencela, alangkah baiknya berikan alasan mengapa kita tidak bisa memberi, dan bedoa lah untuk kebaikan orang tersebut.
  • Barangsiapa yang sabar dengan tidak meminta minta meskipun ada hajat mendesak, maka Allah akan jadikan ia bersabar. Dan tidak ada pemberian yang lebih indah melainkan kesabaran.

Quotes

Dan tidaklah seseorang diberi suatu hal yang lebih baik, melainkan kesabaran

.

Menurut Hasan al Basri : tatkala ada yang meminta minta selalu katakan “selamat datang wahai washilah menuju akhirat”.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 3

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Orang orang yang sabar disempurnakan pahala bagi mereka. Karena itu sabar dan ibadah tidak ada hitungan secara matematis. Keikhlasan merupakan kunci. Semakin ikhlas maka semakin luar biasa pahalanya, begitu pun sebaliknya.

Kewajiban kita yaitu menjalankan perintah Allah dengan lurus. Berbuat baik itu tidak boleh hitungan karena Allah berbuat baik kepada manusia baik yang beriman, kafir maupun yang bermaksiat. Hal demikian merupakan tanda kasih sayang Allah.

Sesungguhnya orang yang sabar dari gangguan oranglain, bersabar atas sikap orang lain dan mampu memaafkan niscaya hidupnya akan bahagia. Syaikh Al Fauzan berkata :

“ siapa diantara kamu bersabar dalam menghadapi gangguan tatkala jihad dijalan Allah, maka pahalamu ada dua, yaitu pahala dari gangguan yang kamu peroleh, dan sabar diatas ketaatan yang dilakukan.

Pesan bahwa janganlah sampai menjadi suatu penghalang untuk suami dalam menuntut ilmu. Alangkah baiknya saling mendukung satu sama lain.

“ sabar adalah sikap, bahkan berdoa pun harus melibatkan kesabaran”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 14 Juni 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 2

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hendaklah kalian saling sabar. Kebanyakan sabar dalam ketaatan sangat sulit dan sering kelelahan. Ketahuilah hendaklah bersikap :

  1. Sabar mendengar perintah Allah lalu melakukannya
  2. Sabar dari maksiat terhadap Allah, saat orang melakukan hendaklah tetap menjauhi
  3. Sabar dengan ridho terhadap qada dan qodar

Perangilah musuh musuh Allah, maka tidak ada orang yang paling sabar dan menanggung kenikmatan sabar selain orang yang beriman.

Inilah keadaan manusia ketika tertimpa musibah :

  1. Murka dengan hatinya, dengan lidahnya, dengan anggota badannya (merasa jengkel terhadap Allah tanda tidak ikhlas).
  2. Orang yang senantiasa bersabar atas musibah yang menimpa dirinya, dengan menahan dirinya dari mengeluh kemudian mengucapkan : Alhamdulillah ‘ala kulli hal (segala pujia bagi Allah atas segala keadaan).
  3. Kesabaran menghadapi taqdir Allah

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah ; 155)

  • Ujian Allah itu hanya sedikit (sebentar) saja. Jika kamu mau bersabar sedikit saja niscaya kamu akan mendapat nikmat yang cukup lama.
  • Lebih utama manakah sabar diatas ketaatan atau sabar diatas kemaksiatan? Sabar diatas ketaatan lebih utama dibanding kemaksiatan. Karena sesungguhnya melakukan ketaatan seperti meninggalkan kemaksiatan akan terasa berat kepada jiwa yang malas.

“percayalah ujian yang Allah berikan mengandung faedah yang sangat besar”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 24 Mei 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 1

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-25

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asy’ari r.a. berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Bersuci adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi imbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang ada di antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda keimanan bagi yang memberikannya. Sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu. Jikalau mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu. Jikalau tidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya – kepada Allah – berarti ia memerdekakan dirinya sendiri – dari siksa Allah Ta’ala itu – dan ada yang merusakkan dirinya sendiri pula – karena tidak menginginkan keridhaan Allah Ta’ala.” (Riwayat Muslim)

Keterangan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:

  1. Bersuci yakni menyucikan diri dari hadas dan kotoran.
  2. Memenuhi neraca kerana sangat besar pahalanya, hingga neraca akhirat penuh dengan ucapan itu saja.
  3. Artinya andaikata pahalanya itu dibentuk menjadi jisim yang tampak, pasti dapat memenuhi langit dan bumi.
  4. Shalat adalah cahaya yakni cahaya yang menerangi kita ke jalan yang diridhai Allah. Sebab orang yang tidak suka bersembahyang pasti hati nuraninya tertutup daripada kebenaran yang sesungguh-sungguhnya.
  5. Sedekah yang sunnah atau wajib (zakat) itu merupakan kenyataan yang menunjukkan bahwa orang itu benar-benar telah melakukan perintah Allah.
  6. Al-Quran itu hujjah (keterangan) bagimu yakni membela dirimu kalau engkau suka melakukan isinya. Atau juga keterangan atasmu yakni mencelakakan dirimu yaitu kalau engkau menyalahi apa-apa yang menjadi perintah Allah.
  7. Kita di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam bepergian ke lain tempat yang hanya terbatas sekali waktunya. Di tempat itu kita menjual diri yakni memperjuangkan nasib untuk hari depan seterusnya yang kekal yaitu di akhirat. Tetapi di dalam memperjuangkan itu, ada di antara kita yang memerdekakan diri sendiri yakni melakukan semua amat baik dan perintah-perintah Allah, sehingga diri kita merdeka nanti di syurga. Tetapi ada pula yang merusak dirinya sendiri kerana melakukan larangan-larangan Allah hingga rusaklah akhirnya nanti di dalam neraka, amat pedih siksa yang ditemuinya.

Faedah Hadits :

  • Bersabarlah engkau atas perintah Allah, berbaik sangkalah bahwa Allah menguji kita sesuai kemampuan hambaNya. Karena sesungguhnya seorang hamba tidak akan keluar dari 2 perkara yaitu nikmat (Allah beri nikmat) dan diutus kesabaran dalam nikmat nikmat tersebut.
  • Hendaklah ketika kita diberi nikmat (berupa musibah) oleh Allah sikap minimal kita adalah bersyukur dan maksimal adalah dengan bersabar. Segala musibah yang menimpa senantiasa yang pertama dibutuhkan adalah kesabaran dengan tidak mengeluh.
  • 3 definisi sabar :
  1. Sabar atas perintah perintah Allah (ketaatan pada Allah)
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas taqdir Allah yang menyakitkan (dalam persepsi makhluk)
  • Waktu manusia hanya ada 4 tidak ada yang 5: pertama Senang, Susah, Taat, Maksiat. Dan tidak ada waktu yang ke-5
  • Kesabaran menahan diri dari segala musibah yang datang dari Allah dengan cara menjaga kesabaran yang berkesinambungan, menjaga ketaatan yaitu memperbagus taat kita kepada Allah dengan ilmuNya (yang shahih), menjaga dari kemaksiatan, menghundari zina, dan bersikap ridho atas ketetapan Allah dan juga tidak mengeluh.
  • Ketika mendapat musibah ada 4 sikap dari sebagian orang, yaitu :
  1. Sedih
  2. Sabar
  3. Ridho
  4. Bersyukur

dan tingkatan yang tertingginya adalah bersyukur.

  • Menahan diri untuk selalu taat kepada Allah, menjaga kontinuitas ketaatan kepada Allah dengan keikhlasan. “yang taat tetapi tidak ikhlas dan bukan karena Allah maka, suatu saat akan berhenti”
  • Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan
  • Ketika syahwat dunia melingkupi diri maka patahkanlah dengan sikap zuhud (mengambil perkara akhirat yang lebih penting).
  • Ketika seorang cenderung kepada sikap ‘galau’ maka sedang terkena gangguan syetan, hendaklah tidak menceritakan kegalauan kepada makhluk, ceritakanlah kepada Allah. (akan tetapi untuk sekedar meminta nasehat diperbolehkan, dengan syarat memilah kawan bicara).
  • Jika ada sekelompok yang melakukan maksiat maka jauhilah, hindarilah. Karena sulit bagi kita untuk berlepas diri.
  • Bersikap ridho terhadap ketetapan dan taqdir Allah dengan tanpa mengeluh.
  • Nabi Yusuf adalah yang paling sabar dalam menghadapi perkara yang diharamkan “mampukah bersabar seperti kisah Nabi Yusuf untuk menghindari Zina?”
  • Nabi Ibrohim bersabar dalam menghadapai ketaatan terhadap Allah.
  • Nabi Ayub sabar dalam menghadapi kesakitan.

Question :

  1. Jika ada kajian yang bukan kajian ilmiah salaf, bagaimana? Jawab : jika kajiannya tidak menyimpang maka tidak mengapa. Tetapi jika sekiranya tidak mampu memfilter maka ahsannya menghindari.
  2. Bagaiman cara menerima taqdir ? jawab : dengan mengucap Innalillahi wa inna ilaihi roji’un serta dengan sabar dan ridho

Quotes

“ surga itu diiringi oleh sesuatu yang tidak disukai, dan neraka diiringi oleh sesuatu yang mungkin kita sukai”

“seorang pria cerdas tidak akan meninggalkan perkara perkara akhirat hanya karena perkara dunia apalagi dikarenakan wanita”

“jika kita kehilangan sesuatu cukup 1 saja jangan sampai keduanya. Semisal kehilangan sesuatu yang kita cintai, jangan sampai kehilangan pahala disebabkan hilangnya kesabaran dan keridhoan.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 10 Mei 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Taubat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-24

dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Allah Subhanahu wa Ta’ala tertawa – merasa senang – kepada dua orang yang seorang membunuh pada lainnya, kemudian keduanya dapat memasuki syurga. Yang seorang itu berperang fisabilillah kemudian ia dibunuh, selanjutnya Allah menerima taubat atas orang yang membunuhnya tadi, kemudian ia masuk Islam dan selanjutnya dibunuh pula sebagai seorang syahid.” (Muttafaq ‘alaih).

 

Faedah Hadits :

  • Dalam hadits diatas yang satu berjuang dijalan Allah (yang terbunuh) sehingga disebut mujahid. Kemudian yang satu lagi bertaubat dan kelak membela agama Allah. Sehingga keduanya masuk surga.
  • Apapun yang dilakukan (dosa besar) maka harus bertaubat. Allah menerima taubat hambanya. Karena taubat adalah jalan terbaik.
  • Tidaklah boleh berputus asa dari rahmat Allah. Meski asalnya orang kafir kemudian masuk islam maka hal demikian memangkas kekufuran dan kesyirikan sebelumnya.
  • Dalam hadits diatas orang yang bertaubat asalnya adalah seorang pembunuh serta kafir. Tetapi masuk islam dan mati syahid (jaminannya surga). Mati syahid dijalan Allah menjadi penyebab masuk surga.

Manusia hendaklah bertaubat sekalipun dosanya besar karena Allah Maha Pengampun. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa asalkan bersungguh sungguh taubat dan tidak putus asa.

Apabila dibandingkan dengan rahmat Allah yang besar, maka dosa itu sangat kecil

Question :

  1. Bagaimana muamalah dengan orang yang berkredit? Jawab : boleh. Asalkan jelas akad kreditnya tetap syari.
  2. Apabila menolong orang yang dirampok, apakah termasuk syahid? Jawab : ya.

 

wallahu ‘alam

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 26 April 2015

#catatankajian

 

 

Posted in Ta'lim

Keduanya Masuk Surga

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-24

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Allah Subhanahu wa Ta’ala tertawa – merasa senang – kepada dua orang yang seorang membunuh pada lainnya, kemudian keduanya dapat memasuki syurga. Yang seorang itu berperang fisabilillah kemudian ia dibunuh, selanjutnya Allah menerima taubat atas orang yang membunuhnya tadi, kemudian ia masuk Islam dan selanjutnya dibunuh pula sebagai seorang syahid.” (Muttafaq ‘alaih).

Faedah Hadits :

  • Dalam hadits diatas yang satu berjuang dijalan Allah (yang terbunuh) sehingga disebut mujahid. Kemudian yang satu lagi bertaubat dan kelak membela agama Allah. Sehingga keduanya masuk surga.
  • Apapun yang dilakukan (dosa besar) maka harus bertaubat. Allah menerima taubat hambanya. Karena taubat adalah jalan terbaik.
  • Tidaklah boleh berputus asa dari rahmat Allah. Meski asalnya orang kafir kemudian masuk islam maka hal demikian memangkas kekufuran dan kesyirikan sebelumnya.
  • Dalam hadits diatas orang yang bertaubat asalnya adalah seorang pembunuh serta kafir. Tetapi masuk islam dan mati syahid (jaminannya surga). Mati syahid dijalan Allah menjadi penyebab masuk surga.

Manusia hendaklah bertaubat sekalipun dosanya besar karena Allah Maha Pengampun. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa asalkan bersungguh sungguh taubat dan tidak putus asa.

Apabila dibandingkan dengan rahmat Allah yang besar, maka dosa itu sangat kecil

Question :

  1. Bagaimana muamalah dengan orang yang berkredit? Jawab : boleh. Asalkan jelas akad kreditnya tetap syari.
  2. Apabila menolong orang yang dirampok, apakah termasuk syahid? Jawab : ya.

wallahu ‘alam

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 10 Mei 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Taubat lah dengan Sebenar Benar Taubat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-22

Dari Abu Nujaid yaitu lmran bin Hushain al Khuza’i radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang wanita dari suku Juhainah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dan ia sedang dalam keadaan hamil karena perbuatan zina.

Kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah, saya telah melakukan sesuatu perbuatan yang harus dikenakan had – hukuman – maka tegakkanlah had itu atas diriku.” Nabiullah shallallahu ‘alaihi wassalam lalu memanggil wali wanita itu lalu bersabda: “Berbuat baiklah kepada wanita ini dan apabila telah melahirkan – kandungannya, maka datanglah padaku dengan membawanya.” Wali tersebut melakukan apa yang diperintahkan. Setelah bayinya lahir – lalu beliau shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk memberi hukuman, wanita itu diikatlah pada pakaiannya, kemudian dirajamlah. Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wassalam mensholatkan jenazahnya.

Umar berkata pada beliau: “Mengapa engkau mensholati jenazahnya, ya Rasulullah, sedangkan ia telah berzina?” Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Ia telah bertaubat benar-benar, andaikata taubatnya itu dibagikan kepada tujuhpuluh orang dari penduduk Madinah, pasti masih mencukupi. Adakah pernah engkau menemukan seseorang yang lebih utama dari orang yang suka mendermakan jiwanya semata-mata kerana mencari keridhaan Allah ‘Azzawajalla.” (HR. Muslim).

Faedah Hadits :

  • Had (hukum rajam) tidak boleh ditegakkan bagi seseorang yang sedang hamil, kecuali jika sudah melahirkan maka tegakkanlah.
  • Wanita tersebut tidak lantas diboikot karena telah melakukan kesalahan, betapa baik hatinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan kepada wali wanita tersebut untuk menutupi wanita tersebut dengan kain. Meskipun menegakan hukum islam tetapi tetap tidak boleh dengan kekerasan. Hukum tetap berlaku tetapi ada kode etiknya.
  • Masyaa Allah betapa mulia akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau mensholatkannya. Karena orang yang berbuat dosa lantas bertaubat akan jauh lebih baik.
  • Hukum had (rajam bagi sesiapa yang berzina adalah peringatan keras. Jika melakukan dan ia tidak bertaubat maka ia akan disiksa di neraka (bagian daripada Azab).
  • Sesungguhnya seorang muslim itu akan terus menerus terfitnah, terus menerus lupa dan terus menerus bertaubat. Apabila melakukan dosa akan segera membersihkan dirinya dari dosa meskipun ia harus membinasakan dirinya (seperti kisah wanita dari suku Juhainah yang dirajam).
  • Sebaiknya setelah melakukan dosa segeralah bertubat.
  • Syarat taubat yang terpenting adalah adanya kemauan yang kuat (azzam).
  • Tanda kebaikan (kebahagiaan) seseorang yaitu jika diberi nikmat maka ia senantiasa bersyukur, jika diuji maka bersabar dan jika berbuat dosa maka segera ber istigfar dan bertaubat.

Hadits ke-23

Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik radhiallahu ‘anhum bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Andaikata seorang anak Adam – yakni manusia – itu memiliki selembah emas, ia tentu menginginkan memiliki dua lembah dan samasekali tidak akan memenuhi mulutnya kecuali tanah – yaitu setelah mati – dan Allah menerima taubat kepada orang yang bertaubat.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits :

  • Sesungguhnya bani adam tidak akan menguasai perihal tersebut kecuali jika ia bertaubat.
  • Tercelanya orang yang mengumpulkan harta serta berangan angan dengan harta. Sesungguhnya hal demikian akan menimbulkan sifat kikir dan bakhil.
  • Jika tidak ingin tercela maka kumpulkanlah harta sebanyak banyaknya dan keluarkanlah sebanyak banyaknya pula. Jika diberi banyak harta maka gunakanlah untuk dijalan Allah.
  • Ketika ingin banyak bisnis maka motivasilah diri untuk terus menambah ilmu, karena tidak ada yang pernah tau semakin disibukkan dengan dunia (bisnis) seseorang mudah terjatuh kepada futur. Maka semangatlah kajian.
  • Jiwa apabila sudah berpaling dari kebaikan maka akan terus menagih seakan sudah menajdi suatu kebiasaan. Maka tegaslah jangan mengikuti hawa nafsu.
  • Sifat rakus seseorang pada dunia tidak akan pernah berakhir sampai dia mati, sampai mulutnya penuh dengan tanah kuburan.
  • Jika engkau didahului oleh dunia, maka unggullah dengan akhiratmu.
  • Shodaqoh, infaq jangan pernah merasa takut. Banyak banyaklah bersyukur

If you are thankful I will surely give you more and more

Didalam  firman Allah :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih. (QS. Ibrohim :7).

Question:

  1. masihkan bisa mendapatkan bidadari surga meskipun pernah khilaf terjatuh kedalm zina? jawab : bisa, selama engkau bertaubat.
  2. hukum kredit? jawab : hukum asal adalah boleh dan halal. akan tetapi kebanyakan mengatasnamakan meminjam uang dibayar dengan menyicil namun diakhir ditambah bunga. hal demikian termasuk riba.
  3. bagaimana bertaubat dari perbuatan dengan manusia? jawab : taubat nasuha, kemudian memberikan hak kepda manusia, memohon maaf serta tidak mengungkit lagi.
  4. bagaimana jika tidak ada hukum had di negara? jawab : maka bertaubatlah dengan bersungguh sungguh.
  5. apa hukum belajar bahasa arab? jawab : hukumnya ilmu washilah (perantara) untuk mempelajari ilmu ilmu yang lain.

wallahu ‘alam

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 12 April 2015

#catatankajian