Posted in Goresan

Tentang Air Mata

Pada suatu waktu saya akan meneteskan air mata, mungkin beberapa akan mengatakan saya cengeng atau semacamnya. Tapi tak mengapa, bagi saya air mata itu adalah bentuk lain dari sikap.

Pagi itu saya datang ke sekolah dengan hati yang selalu riang, disambut hangat oleh anak anak dengan teriakan.

“bu guru dateeeeng.”

“bu, salim.bu salim”.

“assalamualaikum bu guru” 

Sepelik apapun masalah diluar sekolah pasti bisa dibuatnya tersenyum oleh mereka. alhamdulillahiladzi bini’matihi tatimush sholihat. saya selalu bersyukur berada disini, dikelilingi anak anak, ditempatkan dilingkungan kondusif sama seperti doa doa saya sebelumnya. Mengandung himah setiap kejadian, karena itu syukur adalah modal utama.

Jam pelajaran halaqoh terlewati dengan sukses, tidak ada rasa jengkel maupun kesal tatkala saya pindahkan semua ke iqro 2. Bukan kejam, tapi saya hanya ingin monitoring sejauh mana mereka tau hukum bacaan panjang pendek. Selama saya bisa memberi arahan, anak anak pun akan merasa tidak direndahkan. Barakallahu fiiki akhawty. 

berkali kali saya bilang. 

“Maafin bu guru ya jika kalian berkali kali bu guru ulang membacanya. Karena bu guru takut menjadi korek nya api neraka. Kelak di akhirat yang akan ditanya itu adalah para ulama, para asatidz, dan jg mungkin bu guru. Sejauh mana ilmu yg benar yg bu guru ajarkan kepada kalian.”

Mereka pun dengan serta merta paham, apa yang dimaksudkan saya. 

***

Jam pelajaran setelah istirahat adalah ulangan harian IPA, anak anak sejujurnya sudah antusias namun karena mereka masih suka bermain sehingga kadang sulit dikondisikan. Saya enggan untuk selalu melontarkan nada tinggi hanya untuk menasehati. Terkadang setelah saya nasehati dengan nada tinggi bukan malah lega, tetapi seringkali saya menangis di rumah karena saya sudah salah dalam mendidik. saya tidak mau merusak mereka dengan setiap ocehan saya meskipun itu berupa nasehat. Berasa udah bersalah kalo udah ngomelin mereka. 

Saat itu sudah diingatkan berkali kali, akhirnya saya memutuskan untuk diam. Tak terasa air mata saya menetes, bagi saya air mata itu adalah ungkapan dari sikap kesal. Saya bukanlah tipe pemarah, setiap kali disudutkan dengan masalah saya memilih berdiam diri, pada akhirnya menangis. Tidak dengan melontarkan kata kata meskipun saya diposisi benar. Saya takut jika dalam keadaan jengkel harus berkata kata, saya takut dikuasai syetan, saya takut melontarkan kata kata yang mengadung doa keburukan, saya takut sungguh takut. 

Setelah saya terdiam anak anak pun menjadi diam. Ada salahsatu siswi yang mengatakan “jangan berisik, kasian sama bu guru”.

Setelah reda. akhirnya saya berkata.

“Maafin bu guru ya, bu guru enggan untuk selalu marah marah sama kalian. bu guru ga bisa untuk teriak teriak, selain suara bu guru nanti habis, capek, dan bu guru takut dikuasai oleh syetan. anak anak berbuat salah atau tidak?”

“iya bu.”

“menyesal?”

“menyesal”.

“alhamdulillah jika menyesal, bu guru takut jika harus selalu membentak kalian. karena dengan bentakan secara tidak langsung sel sel diotak kalian akan rusak. Bu guru begini bukan karena galak, benci, tapi karena bu guru sayang pada kalian nak.”

“Maafkan kami.bu guru.”.

“Ya. Anak anak ingin kita bersama di surga atau neraka?”

“Surgaaa.”

“Maka dari itu contohlah para Nabi, Shohabat Nabi, dan alim ulama dalam menuntut ilmu. tunjukan adab adab penuntut ilmu yang baik, para penghapal al quran yang memiliki akhlaq yang mulia.”

“Iya bu”

Wetelah itu saya pun melanjutkan sisa jam pelajaran  dengan melatuh verbal anak anak dalam bercerita kisah para Nabi.

***

see? 

mereka fitroh nya masih lurus, mereka memang masih anak anak. sebagai seorang wali kelas saya mempunyai amanah besar, amanah dalam pendidikan anak dari orangtua, amanah dalam pengajaran dari sekolah, amanah tentang moral dan adab dari yayasan. Serta yang utama adalah amanah dari Allah, kelak yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. 

Seperti dalam buku yang saya baca bahwa :

menahan emosi dan menundukkannya merupakan indikasi kuatnya seorang guru, bukan kelemahannya, terlebih jika guru yang bersangkutan mampu melakukan apa yang diinginkannya. sabar adalah faktor kesuksesan para guru, kepiawaian guru adalah terletak pada cara meredam amarah – amarahnya dan menundukkan saraf saraf nya. (Al – mu’allim al-awwal (Qudwah likulli mu’allim wa mu’allimah karya Fu’ad Al abdul aziz asy-syalhub)

Saya selalu takut jika apapun yang saya ajarkan adalah yang membuat murka Allah. untuk itu saya memilih meneteskan air mata daripada kecenderungan saya untuk marah.

maafkan ibu yah nak.

jika ibu belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kalian.

terimakasih sudah membersamai ibu dalam belajar. maafkan ibu ya…

semua ini karena ibu sayang pada kalian, ibu inginkan yg terbaik untuk kalian. ibu ingin menerapkan metode metode dari ilmu yg ibu dapatkan.

maafkan ibu ya nak.. semoga ingatanmu kelak tentang ibu adalah yg positif ya nak. 

tanyakan pada Allah jika ibu tidak bersama kalian d surga ya nak.

yang teramat menyayangi kalian

♡ ibumu yang masih terus belajar. 

*)catatan dari seorang yang ingin terus belajar. 

28 feb 2017

بنت جو هري

Posted in Ta'lim

Kesabaran

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Faedah kesabaran

Terujinya kesabaran seseorang dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama inimaka hal demikian merupakan kesabaran yang terpuji. Meskipun mereka disiksa dengan besi untuk menegakkan agama ini akan tetapi dakwah mereka tidak surut. Meskipun badannya disisir oleh besi. Betapa kuatnya keimanan mereka. Apalah daya kita di zaman yang sekarang kita mudah surut tatkala dihadang dalam dakwah, di fitnah dan yang semisalnya. Hal demikian karena lemahnya keimanan kita.

Orang orang pada zaman dahulu sangatlah kuat kesabarannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah mengajarkan untuk mengeluh. Beliau pernah memberikan nasehat tentang gambaran orang orang terdahulu. “mereka adalah orang orang yang kuat imannya, orang orang yang hebat penderitaannya, yang taruhannya nyawanya, penderitaan yang sangat dahsyat”. Siapa diantara kita yang suka mengeluh maka ia adalah orang yang lemah, dan sesiapa yang tidak mengeluh maka ia adalah orang yang kuat.

Kisah Ibnul Qayyim al jauziyyah kiranya bisa menjadi ibroh. Beliau sering kali terguncang lemah tatkala guru beliau yaknu Ibnu Taimiyyah dipenjara disebabkan fitnah. Namun ketika beliau sudah menemui gurunya dan diberi nasehat, seketika kembalilah bersemangat dirinya. Padahal yang kita ketahui betapa indahnya beliau dalam berkarya (bisa dibaca buku karya beliau yang sangat menyentuh hati serta sarat makna).

  • Sangatlah dahsyat ujian yang diberikan kepada para shahabat dan mereka menanggung ujian dijalan Allah dengan hati yang suka rela dan jiwa yang penuh dengan ketaatan.
  • Seseorang akan terlihat aslinya setelah diuji (diberi musibah). Orang yang munafik akan kembali kepada kesesatannya, sementara orang mukmin akan kembali kepada keimanannya setelah diuji.
  • Orang mukmin harus tetap teguh diatas aqidahnya meski ia harus disayat oleh gergaji
  • Diperbolehkan membuat permisalan dengan ummat terdahulu tentang kesabaran mereka dizaman dahulu (kisah : nabi musa dikejar oleh penguasa saat menegakan dakwah hingga harus menyebrangi lautan.
  • Diperbolehkan seseorang menceritakan musibah dari orang kafir yang menimpa dirinya
  • Boleh mendoakan kebinasaan bagi orang orang kafir.
  • Orang yang kafir, fasik, maksiat mereka tidak mendekat pada keimanan dan ini merupakan jalan orang yang durhaka
  • Setiap orang yang menjalankan sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam maka ia pun akan mengalami penderitaan sebagaimana rasulullah pun mengalaminya.
  • Ketika kita mengalami apa ujian yang rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam alami, maka hendaklah bersabar dan memohon agar diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah. Karena seyogyanya ujian kita tidak lah sebanding dengan yang beliau rasakan sebelumnya.
  • Wallahi ! apa yang diusahakan dalam menegakan agama Allah dan sunnah Rasul. Yakni siapapun yang berjalan diatas sunnah maka akan Allah permudah jalannya dala menyempurnakannya.
  • Bersabarlah ! bersabarlah!. Karena bersabar akan menghantarkan kepada kebahagiaan
  • Kiamat tidak akan terjadi sebelum dikalahkan oleh ummat muslim. Karena kemenangan itu, masa depan itu adalah milik Islam.
  • Manusia tatkala diberi ujian ada 4 tipe:

1. orang yang berkeluh kesah

2. orang yang sabar

3. orang yang ridho

4. orang yang bersyukur (ini merupakan tingkatan tertinggi).

“Ujian adalah termasuk konsekuensi – konsekuensi keimanan pada semua waktu”

“Bersabar dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama ini adalah kesabaran yang terpuji.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mengharap Kematian

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -40

Dari Anas radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda: “Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah hadits :

  • Jika seorang hamba takut terkena fitnah dunia, maka diperbolehkan berdoa sesuai redaksi hadits diatas.
  • Seseorang tidaklah diperbolehkan mengharapkan kematian, dan ingatlah bahwa setelah mati itu amalan seseorang akan terputus.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam berkata : siapa yang suka bertemu dengan Allah maka Allah akan suka bertemu dengannya (begitupun sebaliknya).

Question :

  1. Ketika kita sakit demam bolehkan diobati? Jawab: boleh berobat maupun tidak. hanya saja ketika kita yakin untuk tidak berobat maka yakinlah akan sembuh dengan sendirinya. Dan hal demikian akan semakin besar pahalanya asalkan senantiasa bersyukur.
  2. Apakah membuat orangtua kecewa termasuk durhaka? Jawab: sesiapa yang membuat orangtua nya kecewa, menangis, marah maka itu sudah termasuk kategori durhaka. Meskipun kita diposisi yang benar. Penuhilah semua kemauan orangtua selam tidak meminta dalam kemaksiatan atau kesyirikan.

“Bagaimana menjadikan agar orangtua tidak kecewa terhadap dirimu? Birrul walidain.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Dikehendaki Kebaikan

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -39

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

“Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperoleh kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya.” (Riwayat Bukhari).

 

Faidah hadits :

  • Seorang mukmin pasti dirinya pernah diliputi kekurangan.
  • Ujian adalah tanda kecintaan Allah kepada dirinya, sampai Allah tinggikan derajatnya, kemudian Allah hapuskan dosanya.

 

“tidak ada obat yang lebih membahagiakan selain menuntut ilmu. Maka jadikanlah menuntut ilmu sebagai hiburan.”

 

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mukmin

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -27

Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu., katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur-|ah, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran – yakni yang merupakan bencana – iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (Riwayat Muslim)

Faedah hadits :

  • Waktu waktu manusia adalah taat, maksiat, susah, senang.
  • Kapan pun waktunya kita harus pandai bersyukur.
  • Kehidupan seorang mukmin adalah kebaikan.
  • Iman terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : syukur dan sabar. Dan kedua bagian ini terdapat pada orang mukmin.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Ta'lim

Selamat Datang Wahai Washilah Menuju Akhirat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -26

Dari Abu Said yaitu Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta – sedekah – kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:

“Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits :

  • Siapa yang menjaga dirinya untuk tidak meminta minta, maka Allah akan menjaganya. Orang miskin yang sesungguhnya itu tidaklah meminta minta.
  • Barangsiapa yang merasa cukup maka Allah akan memberi kecukupan.
  • Barang siapa yang bersikap sabar dan berupaya bersikap sabar. Maka Allah akan jadikan ia orang yang sabar.
  • Akhlak yang mulia hanya dapat diperoleh dengan motivasi dan melatih jiwa. Akhlak yang mulia itu diupayakan bukan di nanti nanti.
  • Jangan merasa rugi jika sudah memberi pada yang layak diberi.
  • Apabila kita tidak mampu untuk memberi maka tidak boleh mencela, alangkah baiknya berikan alasan mengapa kita tidak bisa memberi, dan bedoa lah untuk kebaikan orang tersebut.
  • Barangsiapa yang sabar dengan tidak meminta minta meskipun ada hajat mendesak, maka Allah akan jadikan ia bersabar. Dan tidak ada pemberian yang lebih indah melainkan kesabaran.

Quotes

Dan tidaklah seseorang diberi suatu hal yang lebih baik, melainkan kesabaran

.

Menurut Hasan al Basri : tatkala ada yang meminta minta selalu katakan “selamat datang wahai washilah menuju akhirat”.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 3

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Orang orang yang sabar disempurnakan pahala bagi mereka. Karena itu sabar dan ibadah tidak ada hitungan secara matematis. Keikhlasan merupakan kunci. Semakin ikhlas maka semakin luar biasa pahalanya, begitu pun sebaliknya.

Kewajiban kita yaitu menjalankan perintah Allah dengan lurus. Berbuat baik itu tidak boleh hitungan karena Allah berbuat baik kepada manusia baik yang beriman, kafir maupun yang bermaksiat. Hal demikian merupakan tanda kasih sayang Allah.

Sesungguhnya orang yang sabar dari gangguan oranglain, bersabar atas sikap orang lain dan mampu memaafkan niscaya hidupnya akan bahagia. Syaikh Al Fauzan berkata :

“ siapa diantara kamu bersabar dalam menghadapi gangguan tatkala jihad dijalan Allah, maka pahalamu ada dua, yaitu pahala dari gangguan yang kamu peroleh, dan sabar diatas ketaatan yang dilakukan.

Pesan bahwa janganlah sampai menjadi suatu penghalang untuk suami dalam menuntut ilmu. Alangkah baiknya saling mendukung satu sama lain.

“ sabar adalah sikap, bahkan berdoa pun harus melibatkan kesabaran”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 14 Juni 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 2

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hendaklah kalian saling sabar. Kebanyakan sabar dalam ketaatan sangat sulit dan sering kelelahan. Ketahuilah hendaklah bersikap :

  1. Sabar mendengar perintah Allah lalu melakukannya
  2. Sabar dari maksiat terhadap Allah, saat orang melakukan hendaklah tetap menjauhi
  3. Sabar dengan ridho terhadap qada dan qodar

Perangilah musuh musuh Allah, maka tidak ada orang yang paling sabar dan menanggung kenikmatan sabar selain orang yang beriman.

Inilah keadaan manusia ketika tertimpa musibah :

  1. Murka dengan hatinya, dengan lidahnya, dengan anggota badannya (merasa jengkel terhadap Allah tanda tidak ikhlas).
  2. Orang yang senantiasa bersabar atas musibah yang menimpa dirinya, dengan menahan dirinya dari mengeluh kemudian mengucapkan : Alhamdulillah ‘ala kulli hal (segala pujia bagi Allah atas segala keadaan).
  3. Kesabaran menghadapi taqdir Allah

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah ; 155)

  • Ujian Allah itu hanya sedikit (sebentar) saja. Jika kamu mau bersabar sedikit saja niscaya kamu akan mendapat nikmat yang cukup lama.
  • Lebih utama manakah sabar diatas ketaatan atau sabar diatas kemaksiatan? Sabar diatas ketaatan lebih utama dibanding kemaksiatan. Karena sesungguhnya melakukan ketaatan seperti meninggalkan kemaksiatan akan terasa berat kepada jiwa yang malas.

“percayalah ujian yang Allah berikan mengandung faedah yang sangat besar”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 24 Mei 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 1

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-25

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asy’ari r.a. berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Bersuci adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi imbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang ada di antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda keimanan bagi yang memberikannya. Sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu. Jikalau mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu. Jikalau tidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya – kepada Allah – berarti ia memerdekakan dirinya sendiri – dari siksa Allah Ta’ala itu – dan ada yang merusakkan dirinya sendiri pula – karena tidak menginginkan keridhaan Allah Ta’ala.” (Riwayat Muslim)

Keterangan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:

  1. Bersuci yakni menyucikan diri dari hadas dan kotoran.
  2. Memenuhi neraca kerana sangat besar pahalanya, hingga neraca akhirat penuh dengan ucapan itu saja.
  3. Artinya andaikata pahalanya itu dibentuk menjadi jisim yang tampak, pasti dapat memenuhi langit dan bumi.
  4. Shalat adalah cahaya yakni cahaya yang menerangi kita ke jalan yang diridhai Allah. Sebab orang yang tidak suka bersembahyang pasti hati nuraninya tertutup daripada kebenaran yang sesungguh-sungguhnya.
  5. Sedekah yang sunnah atau wajib (zakat) itu merupakan kenyataan yang menunjukkan bahwa orang itu benar-benar telah melakukan perintah Allah.
  6. Al-Quran itu hujjah (keterangan) bagimu yakni membela dirimu kalau engkau suka melakukan isinya. Atau juga keterangan atasmu yakni mencelakakan dirimu yaitu kalau engkau menyalahi apa-apa yang menjadi perintah Allah.
  7. Kita di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam bepergian ke lain tempat yang hanya terbatas sekali waktunya. Di tempat itu kita menjual diri yakni memperjuangkan nasib untuk hari depan seterusnya yang kekal yaitu di akhirat. Tetapi di dalam memperjuangkan itu, ada di antara kita yang memerdekakan diri sendiri yakni melakukan semua amat baik dan perintah-perintah Allah, sehingga diri kita merdeka nanti di syurga. Tetapi ada pula yang merusak dirinya sendiri kerana melakukan larangan-larangan Allah hingga rusaklah akhirnya nanti di dalam neraka, amat pedih siksa yang ditemuinya.

Faedah Hadits :

  • Bersabarlah engkau atas perintah Allah, berbaik sangkalah bahwa Allah menguji kita sesuai kemampuan hambaNya. Karena sesungguhnya seorang hamba tidak akan keluar dari 2 perkara yaitu nikmat (Allah beri nikmat) dan diutus kesabaran dalam nikmat nikmat tersebut.
  • Hendaklah ketika kita diberi nikmat (berupa musibah) oleh Allah sikap minimal kita adalah bersyukur dan maksimal adalah dengan bersabar. Segala musibah yang menimpa senantiasa yang pertama dibutuhkan adalah kesabaran dengan tidak mengeluh.
  • 3 definisi sabar :
  1. Sabar atas perintah perintah Allah (ketaatan pada Allah)
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas taqdir Allah yang menyakitkan (dalam persepsi makhluk)
  • Waktu manusia hanya ada 4 tidak ada yang 5: pertama Senang, Susah, Taat, Maksiat. Dan tidak ada waktu yang ke-5
  • Kesabaran menahan diri dari segala musibah yang datang dari Allah dengan cara menjaga kesabaran yang berkesinambungan, menjaga ketaatan yaitu memperbagus taat kita kepada Allah dengan ilmuNya (yang shahih), menjaga dari kemaksiatan, menghundari zina, dan bersikap ridho atas ketetapan Allah dan juga tidak mengeluh.
  • Ketika mendapat musibah ada 4 sikap dari sebagian orang, yaitu :
  1. Sedih
  2. Sabar
  3. Ridho
  4. Bersyukur

dan tingkatan yang tertingginya adalah bersyukur.

  • Menahan diri untuk selalu taat kepada Allah, menjaga kontinuitas ketaatan kepada Allah dengan keikhlasan. “yang taat tetapi tidak ikhlas dan bukan karena Allah maka, suatu saat akan berhenti”
  • Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan
  • Ketika syahwat dunia melingkupi diri maka patahkanlah dengan sikap zuhud (mengambil perkara akhirat yang lebih penting).
  • Ketika seorang cenderung kepada sikap ‘galau’ maka sedang terkena gangguan syetan, hendaklah tidak menceritakan kegalauan kepada makhluk, ceritakanlah kepada Allah. (akan tetapi untuk sekedar meminta nasehat diperbolehkan, dengan syarat memilah kawan bicara).
  • Jika ada sekelompok yang melakukan maksiat maka jauhilah, hindarilah. Karena sulit bagi kita untuk berlepas diri.
  • Bersikap ridho terhadap ketetapan dan taqdir Allah dengan tanpa mengeluh.
  • Nabi Yusuf adalah yang paling sabar dalam menghadapi perkara yang diharamkan “mampukah bersabar seperti kisah Nabi Yusuf untuk menghindari Zina?”
  • Nabi Ibrohim bersabar dalam menghadapai ketaatan terhadap Allah.
  • Nabi Ayub sabar dalam menghadapi kesakitan.

Question :

  1. Jika ada kajian yang bukan kajian ilmiah salaf, bagaimana? Jawab : jika kajiannya tidak menyimpang maka tidak mengapa. Tetapi jika sekiranya tidak mampu memfilter maka ahsannya menghindari.
  2. Bagaiman cara menerima taqdir ? jawab : dengan mengucap Innalillahi wa inna ilaihi roji’un serta dengan sabar dan ridho

Quotes

“ surga itu diiringi oleh sesuatu yang tidak disukai, dan neraka diiringi oleh sesuatu yang mungkin kita sukai”

“seorang pria cerdas tidak akan meninggalkan perkara perkara akhirat hanya karena perkara dunia apalagi dikarenakan wanita”

“jika kita kehilangan sesuatu cukup 1 saja jangan sampai keduanya. Semisal kehilangan sesuatu yang kita cintai, jangan sampai kehilangan pahala disebabkan hilangnya kesabaran dan keridhoan.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 10 Mei 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Bersabarlah Tatkala Tertimpa Musibah

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-43

وعن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :”إذا أراد الله بعبده خيراً عجل له العقوبة في الدنيا، وإذا أراد الله بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة”.

Dari Anas radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hambaNya, maka Allah akan mempercepat suatu siksaan – penderitaan – sewaktu dunia, tetapi jika Allah menghendaki keburukan pada seseorang hambaNya, maka orang itu dibiarkan dengan dosanya, sehingga nanti akan dipenuhkan balasan – siksaannya – hari kiamat.”

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : “إن عظم الجزاء مع عظم البلاء، وإن الله تعالى إذا أحب قوماً ابتلاهم، فمن رضي فله الرضى، ومن سخط فله السخط” ((رواه الترمذي وقال : حديث حسن)).

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya besarnya balasan – pahala – itu tergantung dari besarnya bala’ yang menimpa dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka mereka akan diberi ujian. barangsiapa yang ridho menerima bala’, maka ia akan memperolehi keridhoan dari Allah dan barangsiapa yang kecewa maka ia akan memperoleh kemurkaan dari Allah.” (Hadits Hasan. HR. At Tirmidzi)

Faidah hadits :

Segala siksaan di dunia yang Allah kehendaki itu adalah suatu kebaikan yang Allah berikan. Karena itu adalah kifarat (penghapus dosa), apabila Allah tidak menghendaki suatu kebaikan pada hambaNya maka Allah akan berikan hukuman (penderitaan) di hari kiamat. Tetapi bukan berarti kita lantas meminta penderitaan dari Allah. Apabila kelak kita mendapat musibah dari Allah maka kita harus sabar, ridho dan ikhlas.

“seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya”

• Adapun kesabaran atas musibah dan atas penyakit yang dideritanya maka hal demikian akan menghapuskan / membersihkan dari dosa dosanya terdahulu.

Dan ingatlah ada 3 jenis kesabaran :

  1. Sabar atas perintah Allah
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas gangguan yang menyakitkan

Suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk ridho atas segala ujian yang menimpa dirinya (tidak merasa marah, jengkel, bahkan hingga berputus asa).

• Diantara tanda tanda dihapuskan dari dosa dosa adalah sikap sabar atas Al bala’ ( malapetaka atau musibah). Lantas kita akan terus bertanya dalam diri mengapa kita harus bersabar?

Jawabnya adalah karena semua urusan ada ditangan Allah, dan dengan kehendak Allah. Maka sabar adalah sikap terbaik agar kita merasa berserah atas taqdir nya.

• Dalam mengimani taqdir ada 4 hal yang harus diyakini :

1. Al- ilmu’ (tentang ilmu Allah)

Mengimani bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, sejak dahulu Allah ada. Allah mengetahui segalanya dan tak luput dari ilmuNya. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu secara global maupun terperinci sejak zaman azali hingga abadi.

2. Al – kitaabah (pencatatan)

Mengimani bahwa Allah telah mencatat apa yang telah diketahuiNya dari ilmuNYa, dari ketentuan para makhluk hingga hari kiamat dan tercatat dalam Al- Lauhul Mahfuzh. Allah mencatat seluruh taqdir para makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

3. Al – masyiiah (kehendak)

Mengimani bahwa Allah memiliki kehendak yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada perbuatan makhluk pun yang keluar dari kehendak Allah. Baik disukai maupun tidak oleh syariat.

Dalam hal ini terbagi menjadi 2 kehendak :

∗ Irodah kauniyyah : sesuatu yang berarti kehendak yang pasti terjadi jika Allah berkehendak. apabila Allah mengatakan sesuatu terjadi, maka terjadilah. Seperi ketaatan dan kemaksiatan.
∗ Irodah syariyyah : sesuatu yang bermakna cinta (kesenangan), bersifat bisa terealisasi ataupun tidak, dan terdapat kecintaan Allah.

4. Al- khalq (penciptaan)

Mengimani bahwa Allah mempunyai peranan dalam penciptaan. Meyakini bahwa sesuatu yang ada adalah makhluk ciptaan Allah baik dzat maupun sifatnya.

Menurut Syaikh Al – Utsaimin Rahimahullahu ta’ala

“Jika tertimpa azab didunia maka itu adalah nikmat, karena azab di dunia lebih ringan dari azab di akhirat”.

• Jika Allah tidak menghendaki kebaikan untuk seseorang di dunia, maka akan Allah undur hingga hari kiamat kelak. Hal demikian seumpama bahwa adakalanya hamba Allah terus menerus bermaksiat dan tidak beribadah secara benar kepada Allah, akan tetapi Allah permudah seluruh urusannya, Allah memberikan nikmat lebih padanya. Berhati hatilah bisa saja hal demikian adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan dari Allah). Sungguh perkara diatas adalah Allah telah menghalangi ia dari penderitaan di dunia, sehingga akan berujung penderitaan di akhirat kelak.

• Musibah yang sangat hebat mempunyai balasan pahala yang besar. Apabila Allah menguji dengan musibah yang keras niscaya Allah beri mereka dengan pahala yang besar, dan itulah tandanya Allah memncintai hambanya. Ingatlah suatu hadits,

إِذَاأَحَبَّ اللَّهُ قَوْ مًا إِبْتَلَا هُمْ

“Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka niscaya Allah akan menguji Mereka”. (Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaami’ no. 285)

• Apabila ditimpa suatu musibah dari Allah jangan lantas berprasangka buruk bahwa Allah membenci kita, atau bahkan tatkala diberi musibah bukan lantas menjauh dari Allah hingga berguguran pula dalam majelis ilmu. Akan tetapi teruslah berjuang karena hal demikianlah yang akan mengangkat derajatmu dan menghapus dosa dosamu yang telah lalu.

wallahu ‘alam bishowab
Mesjid Asy Syuhada
Cikampek, 27 Maret 2016

#catatankajian