Posted in Goresan

Motivasi Tersendiri

alhamdulillahiladzi bini’matihi tatimush sholihat.

Saat masih jadi mahasiswa biologi, selalu terbesit didalam hati ingin punyal lab sendiri, ingin punya rumah yang banyak tanamannya, ntar bikin kultur algae biar hijau terus, ingin bikin produk sendiri (khususnya buat diri sendiri). bahkan pernah juga saat masa penelitian, sempat mengkhayal ingin diberi seperangkat alat laboratorium uji enzim dsb.

qodarullah, atas  izinnya sekarang punya mini lab, mini banget ya tapi setidaknya bisa buat experimen. berawal dari membuat masker kefir fermentasi dari susu, kemudian toner, face scrub, dan sekarang lagi addict bikin sabun.

kenapa kok ‘harus’ banget bikin produk sendiri?.

pertama, tak ada niatan untuk menjual karena kebutuhan sendiri akan produk produk yang aman dengan bahan baku premium tapi kita juga tau kehalal-an serta ke higienis an nya. akhirnya atas izin Allah, atas diskusi dan mau keras baca jurnal dan nonton tutorial sampai ada rencana ikut making class product. hingga hari ini bisa membuat beberapa produk.

sebenernya motivasi tersendiri adalah saat kelak mempunyai keluarga kecil aku bisa kenalin kepada mereka produk produk halal dan aman. bukan karena ketidak percayaan pada produk lain, ini karena aku yakin setiap orang jika mau berusaha pasti bisa dan aku ingin buktikan bahwa aku bisa membuat beberapa produk. minimal untuk aku sendiri dan keluarga kecilku. 

aku ingin nanti suami ku mulai terbiasa dengan produk2 handmade yang diolah sendiri oleh istrinya, yang tau batasan keamanan untuknya, setidaknya produk buatanku nanti bisa menemani ia dikala sibuk dengan profesi nya, aku masih berharap dan berusaha bisa membuat hand wash, lotion, sampo, hand sanitizer yang nanti itu bisa dipakai oleh suamiku. 

aku juga ingin anak ku nanti mulai kenal produk ibuk nya, sabun mandi yang sls free, paraben free, lotion yang petrolatum free, parfum sintetis free, karena aku mau yang aman untuk anakku kelak. 

dan mungkin jika aku membuat semua sendiri untuk kebutuhan keluarga kecil kami nanti, setidaknya aku bisa menekan anggaran bulanan keluarga kecilku nanti, aku ga tega membiarkan ia berusaha sendiri. izinkan aku disini terus belajar untuk kelak melengkapi dan membantumu. meski ku tak bisa menjadi wanita pekerja kelak setelah menikah, setidaknya aku bisa memasok kebutuhan keluarga kita nanti, selain aman, higenis, halal tentunya dibuat dengan penuh kehati hatian dan rasa cinta. 

sejak hari voila beauty care terbit, sejak itu pula aku menyiapkan diri untuk membantumu. 

semoga kamu paham, semoga kamu pun bisa menjadi teman diskusi ku dan semoga kamu juga sedang memanfaatkan waktu luang mu dengan hal positif sebelum akhirnya dibersamakan. 

kala hujan. cikampek,

12 maret 2017 

UmmuFudhail

Posted in Goresan

Aku dan Kisah Safar

Dulu ku kira larangan  safar tanpa mahrom itu hanya untuk perjalanan yang sangat jauh. ternyata jarak >85km atau sesuai urf (kebiasaan setempat) sudah menjadi larangan wanita safar tanpa mahrom. mungkin itu adalah kedangkalan ilmu ku sehingga bermudah mudah. semoga Allah mengampuni dosaku terdahulu. karena pernah beberapa kali safar tanpa mahrom (untuk keperluan kuliah).

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Tidak halal bagi wanita untuk bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahromnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

seiring berjalannya waktu diawal tahun ke-3 kuliah mulai mengetahui perkara bahwa safar tanpa mahrom itu “HARAM”. saat itu yang bisa dilakukan adalah mengucap istigfar dan nangis. 

apakah mungkin menuntut ilmu, menunaikan amanah orangtua sementara Allah tak ridho dengan jalan yang kutempuh? 

padahal tahun kedua itu beberapa kali safar karena kuliah lapangan. sediiih. karena memang tidak bisa dijadikan hujjah bahwa sesama wanita bisa jadi mahrom. hmm. bahkan meskipun berpergian safar dengan ditemani ribuan wanita tetap saja itu haram. 

saat itu yang dilakukan adalah perkuat diri dengan senantiasa semakin intens mencari ilmu. berawal bertemu dengan akhawat udrussunnah sehingga semakin mantap dan memperdalam apasaja problema yang sering terjadi dikalangan akhawat. 

semenjak saat itu aku re-schedule matkul pilihan yang sekiranya kulapnya tidak safar. karena pasti sangaaat repot jika kulap harus sama mahrom. mungkin terdengar lucu jika acara kampus aku ditemani ayah ato adek. akhirnya kupilih matkul2 yang penelitian skala Laboratorium sehingga tidak banyak safar. padahal kecenderungan sebagai seorang mahasiswa alam ingin sekali menginjakkan kaki ketempat penelitian yang indah indah.

mungkin aku tak se asyik dulu yang bisa pergi kemanapun (kuliah lapangan-red) meski jauh. 

semua berjalan sedemikian mudahnya atas pertolongan Allah. 

***

suatu ketika aku akan pulang kerumah kemudian ku telpon adikku untuk menjemputku pulang dari bandung dan beliau menyanggupi karena memang ayah tak bisa menjemput. ah masyaa allah, ba’da ashar ia pakai travel menuju bandung dan setelah kajian ba’da magrib langsung pulang lagi bersama ku. semoga Allah menjagamu dek. aamiin

sampai sampai pernah aku merengek kepada adikku untuk menemaniku dauroh (safar). nangis nangis minta ditemenin, dan pandangan keluarga malah lucu katanya. hiks. adikku kini sudah jadi mahasiswa jadi waktunya tidak seluang masih sekolah. hmm meskipun akhirnya selalu luluh dan mau menemani safar. tenang dek, nanti kamu yang akan kangen diminta anter kakakmu ini hehe. 

alhamdulillah ia kuliah di kota yang sama denganku. jadi apabila aku ada keperluan ke kota tersebut sudah pasti bahwa berangkat diantar ayah dan pulang diantar adek. hehe . maafkan kakakmu ini ya yang selalu merepotkan, in syaa allah pahala kebaikan tercatat untukmu dek. 

jadi kepada semua teman temanku maafkan jika aku tak se asyik dulu yang bisa berpergian sesuka hati, yang bisa mengikuti pelatihan, penelitian, seminar atau sejenisnya diluar kota apalagi untuk sekedar berlibur. 

karena ini perkara syariat dan tidak ada standar ganda dalam menjalankannya. syariat ini sejatinya memuliakan bukan membatasi. bantulah saudarimu untuk menjalankan syariat mulia ini.

jadikanlah ini sebagai pengingat diri 

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al Hasyr : 7)

*) you never walk alone. iya kamu wanita gam akan pernah berjalan sendiri karena agama islam ini begitu memuliakanmu

Balada galau safar tanpa mahrom belum berkesudahan.
Cikampek.

💐UmmuFudhail