Posted in Uncategorized

​📱[Fenomena Handphone] adab itu sangat penting📱

📌Dahulu awal kuliah saya masih terbiasa memegang hp saat belajar (karena kebanyak dosen membebaskan) tetapi itu pun hanya sesekali untuk membalas sms dari mama. maafkan saya pak, bu. itu ternyata sangat menjengkelkan.

 

📌kemudian seiring berjalannya semester, ditingkat 3 mulai merasakan jadi asdos dan saya merasa jengkel ketika ada mahasiswa yang hetic dengan hp bahkan sempat sempatnya menerima telpon saat praktikum. saat itu ga bisa buat negur, hanya mengurangi penilaian sikap dan kedisiplinan di laboratorium saja.
📋saya rasa itu adalah suatu norma yang mungkin jika tidak diingatkan akan merasa ‘biasa’ saja.
📌akhirnya ketika saya menjadi tutor di bimbingan belajar saya coba cara ‘mengingatkan’, saat itu sedang menerangkan materi yang sangat kompleks sehingga anak anak terlihat serius, tetapi ada saja siswa yang dengan tanpa malunya memaikan hp (bersuara pula). miris.

saat saya tegur, sikapnya sungguh tidak mengenakkan. 
📚saya mulai berpikir apakah hp sekarang mengalihkan adab adab seorang penuntut ilmu, sehingga dengan mudahnya mengabaikan pembicara didepannya.

*sungguh ini cambuk buat diri saya sendiri agar bisa manage dalam menggunakan hp*
📌kini saya diberi kesempatan lagi menjadi seorang siswa dan saya sangat takut sekali jika sikap sikap saya menyinggung guru/ustadzah didepan (karena merasakan, betapa jengkelnya diabaikan).

disuatu kelas ketika ustadzah menjelaskan didepan, tiba tiba ada suara hp berbunyi dan kebanyakan asyik dengan hp nya. Bahkan ketika ustadzah memberikan pertanyaan, disaat bersamaan hp berbunyi dan mengabaikan pertanyaan lantas menjawab telpon yang sepertinya tidak terlalu urgent.

padahal waktu kita belajar hanya sebentar, coba mengambil faedah meski diwaktu yang singkat. dan saya sangat yakin beliau pun merasa tidak nyaman dengan fenomena tersebut. 

ini yang membuat saya semakin tertegur. 
📝kadang ketika di majelis ilmu terlalu bermudah mudah sibuk dengan urusan sendiri, dengan dalih bahwa ‘pakai hijab’, ‘ustadz nya kan ga lihat’ dsb. tetapi sejatinya tetap bahwa beliau (ustadz) sudah menyiapkan materi pembelajaran untuk kita dengan sungguh sungguh, meluangkan waktunya datang jauh untuk menyampaikan ilmu kepada kita (jangan berpikir bahwa guru/ustadz tidak memiliki kesibukkan lain).

apalagi jika ber majelis ilmu yang bisa bertatap muka langsung dengan ustadzah, sebaiknya perhatikan lagi adab adab sebagai penuntut ilmu.
🔊jika anak anak kecil saja mampu diam saat guru menjelaskan didepan, lantas kita yang orang dewasa seharusnya bisa mengambil ibroh dari mereka.

pelajari adabnya sebelum pelajari ilmunya

*notes mengingatkan diri sendiri*

cikampek

بنت جو هري

Posted in Goresan

Aku dan Kisah Safar

Dulu ku kira larangan  safar tanpa mahrom itu hanya untuk perjalanan yang sangat jauh. ternyata jarak >85km atau sesuai urf (kebiasaan setempat) sudah menjadi larangan wanita safar tanpa mahrom. mungkin itu adalah kedangkalan ilmu ku sehingga bermudah mudah. semoga Allah mengampuni dosaku terdahulu. karena pernah beberapa kali safar tanpa mahrom (untuk keperluan kuliah).

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Tidak halal bagi wanita untuk bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahromnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

seiring berjalannya waktu diawal tahun ke-3 kuliah mulai mengetahui perkara bahwa safar tanpa mahrom itu “HARAM”. saat itu yang bisa dilakukan adalah mengucap istigfar dan nangis. 

apakah mungkin menuntut ilmu, menunaikan amanah orangtua sementara Allah tak ridho dengan jalan yang kutempuh? 

padahal tahun kedua itu beberapa kali safar karena kuliah lapangan. sediiih. karena memang tidak bisa dijadikan hujjah bahwa sesama wanita bisa jadi mahrom. hmm. bahkan meskipun berpergian safar dengan ditemani ribuan wanita tetap saja itu haram. 

saat itu yang dilakukan adalah perkuat diri dengan senantiasa semakin intens mencari ilmu. berawal bertemu dengan akhawat udrussunnah sehingga semakin mantap dan memperdalam apasaja problema yang sering terjadi dikalangan akhawat. 

semenjak saat itu aku re-schedule matkul pilihan yang sekiranya kulapnya tidak safar. karena pasti sangaaat repot jika kulap harus sama mahrom. mungkin terdengar lucu jika acara kampus aku ditemani ayah ato adek. akhirnya kupilih matkul2 yang penelitian skala Laboratorium sehingga tidak banyak safar. padahal kecenderungan sebagai seorang mahasiswa alam ingin sekali menginjakkan kaki ketempat penelitian yang indah indah.

mungkin aku tak se asyik dulu yang bisa pergi kemanapun (kuliah lapangan-red) meski jauh. 

semua berjalan sedemikian mudahnya atas pertolongan Allah. 

***

suatu ketika aku akan pulang kerumah kemudian ku telpon adikku untuk menjemputku pulang dari bandung dan beliau menyanggupi karena memang ayah tak bisa menjemput. ah masyaa allah, ba’da ashar ia pakai travel menuju bandung dan setelah kajian ba’da magrib langsung pulang lagi bersama ku. semoga Allah menjagamu dek. aamiin

sampai sampai pernah aku merengek kepada adikku untuk menemaniku dauroh (safar). nangis nangis minta ditemenin, dan pandangan keluarga malah lucu katanya. hiks. adikku kini sudah jadi mahasiswa jadi waktunya tidak seluang masih sekolah. hmm meskipun akhirnya selalu luluh dan mau menemani safar. tenang dek, nanti kamu yang akan kangen diminta anter kakakmu ini hehe. 

alhamdulillah ia kuliah di kota yang sama denganku. jadi apabila aku ada keperluan ke kota tersebut sudah pasti bahwa berangkat diantar ayah dan pulang diantar adek. hehe . maafkan kakakmu ini ya yang selalu merepotkan, in syaa allah pahala kebaikan tercatat untukmu dek. 

jadi kepada semua teman temanku maafkan jika aku tak se asyik dulu yang bisa berpergian sesuka hati, yang bisa mengikuti pelatihan, penelitian, seminar atau sejenisnya diluar kota apalagi untuk sekedar berlibur. 

karena ini perkara syariat dan tidak ada standar ganda dalam menjalankannya. syariat ini sejatinya memuliakan bukan membatasi. bantulah saudarimu untuk menjalankan syariat mulia ini.

jadikanlah ini sebagai pengingat diri 

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al Hasyr : 7)

*) you never walk alone. iya kamu wanita gam akan pernah berjalan sendiri karena agama islam ini begitu memuliakanmu

Balada galau safar tanpa mahrom belum berkesudahan.
Cikampek.

💐UmmuFudhail

Posted in Ta'lim

Kesabaran

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Faedah kesabaran

Terujinya kesabaran seseorang dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama inimaka hal demikian merupakan kesabaran yang terpuji. Meskipun mereka disiksa dengan besi untuk menegakkan agama ini akan tetapi dakwah mereka tidak surut. Meskipun badannya disisir oleh besi. Betapa kuatnya keimanan mereka. Apalah daya kita di zaman yang sekarang kita mudah surut tatkala dihadang dalam dakwah, di fitnah dan yang semisalnya. Hal demikian karena lemahnya keimanan kita.

Orang orang pada zaman dahulu sangatlah kuat kesabarannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah mengajarkan untuk mengeluh. Beliau pernah memberikan nasehat tentang gambaran orang orang terdahulu. “mereka adalah orang orang yang kuat imannya, orang orang yang hebat penderitaannya, yang taruhannya nyawanya, penderitaan yang sangat dahsyat”. Siapa diantara kita yang suka mengeluh maka ia adalah orang yang lemah, dan sesiapa yang tidak mengeluh maka ia adalah orang yang kuat.

Kisah Ibnul Qayyim al jauziyyah kiranya bisa menjadi ibroh. Beliau sering kali terguncang lemah tatkala guru beliau yaknu Ibnu Taimiyyah dipenjara disebabkan fitnah. Namun ketika beliau sudah menemui gurunya dan diberi nasehat, seketika kembalilah bersemangat dirinya. Padahal yang kita ketahui betapa indahnya beliau dalam berkarya (bisa dibaca buku karya beliau yang sangat menyentuh hati serta sarat makna).

  • Sangatlah dahsyat ujian yang diberikan kepada para shahabat dan mereka menanggung ujian dijalan Allah dengan hati yang suka rela dan jiwa yang penuh dengan ketaatan.
  • Seseorang akan terlihat aslinya setelah diuji (diberi musibah). Orang yang munafik akan kembali kepada kesesatannya, sementara orang mukmin akan kembali kepada keimanannya setelah diuji.
  • Orang mukmin harus tetap teguh diatas aqidahnya meski ia harus disayat oleh gergaji
  • Diperbolehkan membuat permisalan dengan ummat terdahulu tentang kesabaran mereka dizaman dahulu (kisah : nabi musa dikejar oleh penguasa saat menegakan dakwah hingga harus menyebrangi lautan.
  • Diperbolehkan seseorang menceritakan musibah dari orang kafir yang menimpa dirinya
  • Boleh mendoakan kebinasaan bagi orang orang kafir.
  • Orang yang kafir, fasik, maksiat mereka tidak mendekat pada keimanan dan ini merupakan jalan orang yang durhaka
  • Setiap orang yang menjalankan sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam maka ia pun akan mengalami penderitaan sebagaimana rasulullah pun mengalaminya.
  • Ketika kita mengalami apa ujian yang rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam alami, maka hendaklah bersabar dan memohon agar diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah. Karena seyogyanya ujian kita tidak lah sebanding dengan yang beliau rasakan sebelumnya.
  • Wallahi ! apa yang diusahakan dalam menegakan agama Allah dan sunnah Rasul. Yakni siapapun yang berjalan diatas sunnah maka akan Allah permudah jalannya dala menyempurnakannya.
  • Bersabarlah ! bersabarlah!. Karena bersabar akan menghantarkan kepada kebahagiaan
  • Kiamat tidak akan terjadi sebelum dikalahkan oleh ummat muslim. Karena kemenangan itu, masa depan itu adalah milik Islam.
  • Manusia tatkala diberi ujian ada 4 tipe:

1. orang yang berkeluh kesah

2. orang yang sabar

3. orang yang ridho

4. orang yang bersyukur (ini merupakan tingkatan tertinggi).

“Ujian adalah termasuk konsekuensi – konsekuensi keimanan pada semua waktu”

“Bersabar dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama ini adalah kesabaran yang terpuji.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mengharap Kematian

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -40

Dari Anas radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda: “Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah hadits :

  • Jika seorang hamba takut terkena fitnah dunia, maka diperbolehkan berdoa sesuai redaksi hadits diatas.
  • Seseorang tidaklah diperbolehkan mengharapkan kematian, dan ingatlah bahwa setelah mati itu amalan seseorang akan terputus.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam berkata : siapa yang suka bertemu dengan Allah maka Allah akan suka bertemu dengannya (begitupun sebaliknya).

Question :

  1. Ketika kita sakit demam bolehkan diobati? Jawab: boleh berobat maupun tidak. hanya saja ketika kita yakin untuk tidak berobat maka yakinlah akan sembuh dengan sendirinya. Dan hal demikian akan semakin besar pahalanya asalkan senantiasa bersyukur.
  2. Apakah membuat orangtua kecewa termasuk durhaka? Jawab: sesiapa yang membuat orangtua nya kecewa, menangis, marah maka itu sudah termasuk kategori durhaka. Meskipun kita diposisi yang benar. Penuhilah semua kemauan orangtua selam tidak meminta dalam kemaksiatan atau kesyirikan.

“Bagaimana menjadikan agar orangtua tidak kecewa terhadap dirimu? Birrul walidain.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Dikehendaki Kebaikan

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -39

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

“Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperoleh kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya.” (Riwayat Bukhari).

 

Faidah hadits :

  • Seorang mukmin pasti dirinya pernah diliputi kekurangan.
  • Ujian adalah tanda kecintaan Allah kepada dirinya, sampai Allah tinggikan derajatnya, kemudian Allah hapuskan dosanya.

 

“tidak ada obat yang lebih membahagiakan selain menuntut ilmu. Maka jadikanlah menuntut ilmu sebagai hiburan.”

 

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Diampuni Dosanya

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -37 dan 38

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, sabdanya:

“Tidak suatupun yang mengenai seseorang muslim – sebagai mushibah – baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti – yakni sesuatu yang tidak mencocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan – segala macam dan segala waktunya, sampaipun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya-yakni sesuai dengan mushibah yang diperolehnya- itu.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Keterangan:

Kesakitan apapun yang diderita oleh seseorang mu’min, ataupun bencana dalam bentuk bagaimana yang ditemui olehnya itu dapat membersihkan dosa-dosanya dan berpahalalah ia dalam keadaan seperti itu, tetap bersabar dan tabah. Sebaliknya jikalau tidak sabar dan uring-uringan serta mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, maka bukan pahala yang didapatkan, tetapi makin menambah besarnya dosa. Oleh sebab itu jikalau kita tertimpa oleh kesakitan atau malapetaka, jangan sampai malahan melenyapkan pahala yang semestinya kita peroleh.

Hadits ke- 38

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, katanya: Saya memasuki tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan beliau sedang dihinggapi penyakit panas. Saya lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau benar benar menderita sakit yang sangat panas.” Beliau kemudian bersabda: “Benar, sesungguhnya sakit panas yang saya derita ini dua kali lipat lebih panas dari yang biasa diderita kalian.” Saya berkata lagi: “Kalau demikian engkau tentulah mendapatkan dua kali pahala.” Beliau bersabda: “Benar, demikianlah memang keadaannya, tiada seorang Muslimpun yang terkena oleh sesuatu kesakitan, baik itu berupa duri ataupun sesuatu yang lebih dari itu, melainkan Allah pasti menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab mushibah yang mengenainya tadi dan diturunkanlah dosa-dosanya sebagaimana sebuah pohon menurunkan daunnya – dan ini jikalau disertai kesabaran.”

*)Alwa’ku yaitu sangatnya panas (dalam tubuh sebab sakit), tetapi ada yang mengatakan panas (biasa).

Faidah hadits :

  • Orang yang paling hebat ujiannya adalah para Nabi, karena mereka diberikan kesempurnaan sabar dan dimudahkan.
  • Pahala itu sesuai dengan kadar beratnya yang kita derita.
  • Orang yang kuat bisa menanggung sesuatu dari yang lemah. Maka setiap muslim akan diuji berdasarkan kadar agama dan keyakinannya.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mukmin

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -27

Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu., katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur-|ah, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran – yakni yang merupakan bencana – iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (Riwayat Muslim)

Faedah hadits :

  • Waktu waktu manusia adalah taat, maksiat, susah, senang.
  • Kapan pun waktunya kita harus pandai bersyukur.
  • Kehidupan seorang mukmin adalah kebaikan.
  • Iman terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : syukur dan sabar. Dan kedua bagian ini terdapat pada orang mukmin.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Ta'lim

Selamat Datang Wahai Washilah Menuju Akhirat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -26

Dari Abu Said yaitu Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta – sedekah – kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:

“Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits :

  • Siapa yang menjaga dirinya untuk tidak meminta minta, maka Allah akan menjaganya. Orang miskin yang sesungguhnya itu tidaklah meminta minta.
  • Barangsiapa yang merasa cukup maka Allah akan memberi kecukupan.
  • Barang siapa yang bersikap sabar dan berupaya bersikap sabar. Maka Allah akan jadikan ia orang yang sabar.
  • Akhlak yang mulia hanya dapat diperoleh dengan motivasi dan melatih jiwa. Akhlak yang mulia itu diupayakan bukan di nanti nanti.
  • Jangan merasa rugi jika sudah memberi pada yang layak diberi.
  • Apabila kita tidak mampu untuk memberi maka tidak boleh mencela, alangkah baiknya berikan alasan mengapa kita tidak bisa memberi, dan bedoa lah untuk kebaikan orang tersebut.
  • Barangsiapa yang sabar dengan tidak meminta minta meskipun ada hajat mendesak, maka Allah akan jadikan ia bersabar. Dan tidak ada pemberian yang lebih indah melainkan kesabaran.

Quotes

Dan tidaklah seseorang diberi suatu hal yang lebih baik, melainkan kesabaran

.

Menurut Hasan al Basri : tatkala ada yang meminta minta selalu katakan “selamat datang wahai washilah menuju akhirat”.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 3

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Orang orang yang sabar disempurnakan pahala bagi mereka. Karena itu sabar dan ibadah tidak ada hitungan secara matematis. Keikhlasan merupakan kunci. Semakin ikhlas maka semakin luar biasa pahalanya, begitu pun sebaliknya.

Kewajiban kita yaitu menjalankan perintah Allah dengan lurus. Berbuat baik itu tidak boleh hitungan karena Allah berbuat baik kepada manusia baik yang beriman, kafir maupun yang bermaksiat. Hal demikian merupakan tanda kasih sayang Allah.

Sesungguhnya orang yang sabar dari gangguan oranglain, bersabar atas sikap orang lain dan mampu memaafkan niscaya hidupnya akan bahagia. Syaikh Al Fauzan berkata :

“ siapa diantara kamu bersabar dalam menghadapi gangguan tatkala jihad dijalan Allah, maka pahalamu ada dua, yaitu pahala dari gangguan yang kamu peroleh, dan sabar diatas ketaatan yang dilakukan.

Pesan bahwa janganlah sampai menjadi suatu penghalang untuk suami dalam menuntut ilmu. Alangkah baiknya saling mendukung satu sama lain.

“ sabar adalah sikap, bahkan berdoa pun harus melibatkan kesabaran”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 14 Juni 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 2

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hendaklah kalian saling sabar. Kebanyakan sabar dalam ketaatan sangat sulit dan sering kelelahan. Ketahuilah hendaklah bersikap :

  1. Sabar mendengar perintah Allah lalu melakukannya
  2. Sabar dari maksiat terhadap Allah, saat orang melakukan hendaklah tetap menjauhi
  3. Sabar dengan ridho terhadap qada dan qodar

Perangilah musuh musuh Allah, maka tidak ada orang yang paling sabar dan menanggung kenikmatan sabar selain orang yang beriman.

Inilah keadaan manusia ketika tertimpa musibah :

  1. Murka dengan hatinya, dengan lidahnya, dengan anggota badannya (merasa jengkel terhadap Allah tanda tidak ikhlas).
  2. Orang yang senantiasa bersabar atas musibah yang menimpa dirinya, dengan menahan dirinya dari mengeluh kemudian mengucapkan : Alhamdulillah ‘ala kulli hal (segala pujia bagi Allah atas segala keadaan).
  3. Kesabaran menghadapi taqdir Allah

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah ; 155)

  • Ujian Allah itu hanya sedikit (sebentar) saja. Jika kamu mau bersabar sedikit saja niscaya kamu akan mendapat nikmat yang cukup lama.
  • Lebih utama manakah sabar diatas ketaatan atau sabar diatas kemaksiatan? Sabar diatas ketaatan lebih utama dibanding kemaksiatan. Karena sesungguhnya melakukan ketaatan seperti meninggalkan kemaksiatan akan terasa berat kepada jiwa yang malas.

“percayalah ujian yang Allah berikan mengandung faedah yang sangat besar”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 24 Mei 2015

#catatankajian