Posted in Goresan

Mengamalkan Ilmu Implementasi Ibu visioner

Suatu kenikmatan tatkala dikenalkan dengan manhaj salaf, Manhaj para anbiya’. Segala sesuatunya dikembalikan dan berdasarkan dengan Al Quran dan As Sunnah, tidak ditambah maupun dikurangi.

Bersyukur yang tiada henti, betapa rindu nikmatnya hidayah pertama menyap, eratkan eratkan kembali. Karena mendapatkannya itu tidak sulit, yang sulit adalah mempertahankan. 

yaa muqollibal qullub tsabiit qolbi ‘alaa diinika. 

yaa Allah yang Maha membolak balikan hati manusia tetapkanlah hatiku diatas agama mu. aamiin

Membersamai mereka anak didikku, adalah salahsatu hal yang bisa mengeratkan hidayah. mereka yang masih anak anak sudah ditanamkan aqidah yang lurus, pemahaman para salafush sholih.

Karena yang sekolah ditempatku mengajar tidak semuanya orang yang sudah kenal manhaj salaf. Ada anak yang awalnya enggan mengenakan celana diatas mata kaki, tapi masyaa Allah sekarang ia mulai merasa nyaman dengan itu, ia paling semangat kalo dikasih hapalan hadits ‘arbain dan adzkar, dan pada waktu lain saya bertemu diluar sekolah. Saya mendapati ia masih dalam keadaan mengenakan celana laa isbal serta mengenakan peci. ah masyaa allah barakallahu fiik ..

Fitroh kalian masih lurus nak, kalian sangat mudah untuk diarahkan. 

ibu mu ini selalu mendoakan semoga kelak jika sudah besar kalian tetap istiqomah, hapalannya mutqin dan kelak bertemu ibu lagi kalian sudah menjadi pemuda yang kokoh. Tidak mengapa jika nanti sudah besar ibu gak disalamin lagi sama kalian, kalian udah gak manja manja lagi ke ibu, gak apa apa. Itu tandanya kalian sudah semakin dewasa dan paham akan batasan batasan dalam islam. Untuk yang akhwat ibu selalu dibuat sedih tatkala kalian ke sekolah bekal cadar ummi nya kemudian sembunyi sembunyi dari ibu untuk memakainya. Gak apa apa nak, ibu gak larang ibu malah seneng liat kalian tidak takut dengan cadar, ibu berharap kelak saat kita berjumpa lagi kalian sudah berpakaian rapi, kalian cantik tapi alangkah lebih baiknya kecantikkan kalian ditutupi dari ajnabiy. 

Ibu selalu mendoakan kalian nak.

Membersamai kalian adalah mendidik diri menjadi lebih baik. Mempersiapkan diri menjadi ibu, menjadi madrasah pertama generasi kelak. 

Berkaca pada kisah para ulama, mereka terlahir dari seorang wanita. ya betul wanita. Seorang wanita yang mampu mendidik anak nya, yang sebelumnya telah berhasil mendidik dirinya sendiri.

Seorang ulama terkenal Sufyan Ats-Tsauri beliau adalah tokoh panutan ulama dari Kuffah. Dibalik kegigihannya ia dalam menuntut ilmu ada seorang wanita yang tak pantang menyerah untuk mendidiknya, dengan kekuataan dari Allah. Ibunda nya, ibunda yang mendorongnya untuk senantiasa fokus dalam menuntut ilmu. Ia lah yang mengajarkan bahwa ilmu yang dipelajari haruslah bermanfaat, sebab jika tidak maka pasti akan jadi mudhorot.

Sang ibu pernah berpesan pada putranya :

يا بني، أطاب العلم وأنا أكفيك بمغزلي… يا بني إذا كتبت عشرة أحرف فا نظر :هل ترى في نفسك زيادة في خشيتك و حلمك وو قا رك؟ فإ ن لم تر ذ لك فا علم أنّها تضرّك و لا تنفعك

“Wahai putraku, tuntutlah ilmu dan aku siap membiayaimu dari pintalanku… wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan : apakah engkau bertambah takut, sabar dan sopan? jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.”

*atsar ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitav al wara’

Masyaa Allah sungguh menjadi seorang wanita bukan sekedar kuat fisik saja, tetapi tanggung jawab pendidikan serta akhlak yang baik. Dari atsar diatas dapat ditarik point bahwa ibunda beliau rela bekerja keras guna membiayai putra nya dalam menuntut ilmu. Hikmah yang terkandung dalam pesan ibunda itu bahwa ilmu haruslah senantiasa bermanfaat dan berpengaruh pada diri sang pencari ilmu. 

Sebagai seorang ibu pasti tidak inginkan anaknya sekedar mencari ilmu tanpa mengamalkannya. Sebagai seorang wanita kita mempunya tugas mulia, mendidik, mengarahkan serta memberi wasiat yang baik kepada anak kita kelak.

Ini yang menjadi cambukkan untuk diri saya pribadi, sebagai seorang wanita dan kelak calon ibu. Apakah yakin akan bisa memotivasi anak kelak sementara kita sendiri masih lalai dalam mengamalkan ilmu yg sudah didapatkan? 

Mengamalkan ilmu meski sedikit saja adalah suatu kemulian, bahwa kita sudah sadar dari konsekuensi mencari ilmu. Ilmu takkan manis tanpa adanya amal, dan mengamalkan ilmu adalah suatu implementasi seorang ibu visioner. Seorang wanita akhir zaman yang berusaha mendidik diri menjadi ibu dengan amanah visi misi akhirat. 

Semangaaat untuk para calon ibu, semangaaat untuk wanita yang sedang berproses. Barakallahu fiikum
**) pic diatas adalah korelasi bahwa menanamkan ilmu pada anak anak dianjurkan semenjak kecil, karena kelak akan terbiasa dengan sendiri nya. Seperti anak anak ini sudah bisa mengamalkan sunnah Rosulullah shallallhu’alaihi wassalam dengan menggunakan celana diatas mata kaki.

fii Jami’ah Ma’had Al Bashiroh 

7 maret 2017

بنت جو هري

Advertisements

Author:

Younger Muslimah manhaj of salaful ummah -Nothing Personal- Dimanapun dan kapanpun menulis, membaca, dan belajar adalah satu kesatuan yang tak boleh terlepas dari kehidupan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s