Jum’at Sore Bersama Nenek

Saat kecil aku sangat dekat dengan nenek, nenek yang mengurusiku hingga masuk sekolah RA. Kedekatanku dengan beliau tidak berhenti hingga beranjak dewasa, nenek selalu bercerita tentang kekonyolanku sebagai anak anak, selalu aku diingatkan bahwa ada mereka yang selalu ingat akan diriku, yang selalu sayangnya tanpa batas.
Kini nenek tinggal bersama tante, yang jarak rumahnya tidak jauh hanya berbeda desa saja. Sehingga apapun yang nenek keluhkan, aku ingin berusaha ada disampingnya, dengan segala nikmat dari Allah dan segala kasih sayang nenek, aku bertekad untuk menemani ia dan selalu berusaha ada. Sudah 1 tahun ini menemani beliau check up ke Sp.Pd, aku memohon kepada Allah semoga beliau senantiasa diberi kesehatan. Syafakillah nek, Laa ba’tsa thohurun insyaallah aamiin

Hari itu jadwal mengantar nenek ke dokter, pulangnya rehat dirumah tante. karena kebetulan tante pulang kerja malam, jadi aku ga tega tinggalin nenek beserta sepupuku sendirian dirumahnya meskipun ada bibi tapi bagiku ini kesempatan untukku bisa bersama nenek. 

Lucu, sepupuku teriak dari kamar mandi. ternyata ada cicak, dan ia lari keluar. saya pengen ketawa tapi yaa apalah daya aku juga sejujurnya paling takut sama 1 binatang itu (meskipun pernah membedah beberapa binatang semasa kuliah, beda halnya dengan binatang 1 itu hmmm).

nenek pun mulai bercerita tentang papap,

“teh, yeuh papap ge sieun da ku cakcak”. (oke translate dari bahasa sunda ya).

“teh, nih papap kamu juga takut sama cicak.”

“wah masa nek?”

“yeeh iya beneran, kan ceritanya pernah tuh papap mau mandi. nah terus balik lagi keluar. sama nenek ditanya, kenapa ga jadi mandi? jawabnya takut ada cicak di kamar mandi. eh malah balik lagi keluar. jadi gak aneh kalo anaknya juga takut.”

“itu te pas papap udah gede nek?”

“iya sekarang masih.”

dan kemudian kami pun tertawa, betapa banyak hal yang aku ingin dengar dari nenek tentang papap, tentang aku yang mungkin ingatan nenek tentang masa kecilku jauh lebih tajam. satu hal yang ingin aku eratkan sekarang adalah berbuat baik disisa usiaku, berbuat semampuku yang bisa membuat orang lain senang. bukankah muslim yang baik adalah yg orang lain bisa selamat dari gangguan tangan dan lisannya. setidaknya ini adalah cara caraku..

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu Ta’ala ketika menerangkan tafsir kalimat istirja’  (ucapan:إنا لله و إنا إليه راجعن)

Beliau mengatakan: Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia adalah hamba kepunyaan Allah, dan dia mengetahui bahwa dia akan kembali kepadaNya, maka dia harus mengetahui bahwa dia  pasti akan berdiri di hadapanNya.

Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan berdiri di hadapanNya, maka dia harus mengetahui pula bahwa dia pasti ditanya (tentang amalannya di dunia).

Dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan ditanya, maka dia harus menyiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Lalu ada yang bertanya:  “Lantas apa daya kita?”

Kata Al Fudhail bin ‘Iyadh: “Sangat mudah,”

“Apa itu?” : Tanya orang tersebut.

Beliau berkata:  “Kamu berbuat baik pada apa yang masih tersisa, niscaya apa yang telah lewat akan diampuni. Sebab, jika kamu berbuat jelek pada apa yang masih tersisa, niscaya kamu akan disiksa karena apa yang telah lewat dan apa yang tersisa.”

❂Ashhabus Sunnah 

jumat sore bersama nenek, adalah waktu yang tepat untuk menemaninya, untuk berbagi cerita, merenda doa serta meng aamiin kan setiap doa doa yang mengalir dari beliau. 

barakallahu fiihi nek. 

بنت جو هري

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

S.J Wanders

The passionate odyssey of a slave.

karena bahagia itu sederhana...

Allah Owns Your Happiness, So Dont look it Far From Him

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Catatan Kecil

Menulis, Cara Sederhana Mengikat Makna

This Dunya is a Journey, not a Destination

Menulislah, suaramu takkan padam ditelan angin, abadi, sampai jauh di kemudian hari. [Pramoedya Ananta Toer]

MuslimAfiyah

Sehat Jiwa dan Raga Bersama Islam

amiradhana سلسبيلا

Just be yourself, people like you better that way. Best of all, there is no drama. ❤️

RUMAH MUNGIL

.....هذا سهل! اصبري ~ Bergerak di balik layar

apa tujuan hidup ?

menghayati kehidupan didunia fana

CyberSister

Bukan tempat curhat belaka

المطر في الشفق

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya” (Asy Syuura: 28)

اتق الله حيثما كنت

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ

%d bloggers like this: