Tentang Air Mata

Pada suatu waktu saya akan meneteskan air mata, mungkin beberapa akan mengatakan saya cengeng atau semacamnya. Tapi tak mengapa, bagi saya air mata itu adalah bentuk lain dari sikap.

Pagi itu saya datang ke sekolah dengan hati yang selalu riang, disambut hangat oleh anak anak dengan teriakan.

“bu guru dateeeeng.”

“bu, salim.bu salim”.

“assalamualaikum bu guru”

Sepelik apapun masalah diluar sekolah pasti bisa dibuatnya tersenyum oleh mereka. alhamdulillahiladzi bini’matihi tatimush sholihat. saya selalu bersyukur berada disini, dikelilingi anak anak, ditempatkan dilingkungan kondusif sama seperti doa doa saya sebelumnya. Mengandung himah setiap kejadian, karena itu syukur adalah modal utama.

Jam pelajaran halaqoh terlewati dengan sukses, tidak ada rasa jengkel maupun kesal tatkala saya pindahkan semua ke iqro 2. Bukan kejam, tapi saya hanya ingin monitoring sejauh mana mereka tau hukum bacaan panjang pendek. Selama saya bisa memberi arahan, anak anak pun akan merasa tidak direndahkan. Barakallahu fiiki akhawty.

berkali kali saya bilang.

“Maafin bu guru ya jika kalian berkali kali bu guru ulang membacanya. Karena bu guru takut menjadi korek nya api neraka. Kelak di akhirat yang akan ditanya itu adalah para ulama, para asatidz, dan jg mungkin bu guru. Sejauh mana ilmu yg benar yg bu guru ajarkan kepada kalian.”

Mereka pun dengan serta merta paham, apa yang dimaksudkan saya.

***

Jam pelajaran setelah istirahat adalah ulangan harian IPA, anak anak sejujurnya sudah antusias namun karena mereka masih suka bermain sehingga kadang sulit dikondisikan. Saya enggan untuk selalu melontarkan nada tinggi hanya untuk menasehati. Terkadang setelah saya nasehati dengan nada tinggi bukan malah lega, tetapi seringkali saya menangis di rumah karena saya sudah salah dalam mendidik. saya tidak mau merusak mereka dengan setiap ocehan saya meskipun itu berupa nasehat. Berasa udah bersalah kalo udah ngomelin mereka.

Saat itu sudah diingatkan berkali kali, akhirnya saya memutuskan untuk diam. Tak terasa air mata saya menetes, bagi saya air mata itu adalah ungkapan dari sikap kesal. Saya bukanlah tipe pemarah, setiap kali disudutkan dengan masalah saya memilih berdiam diri, pada akhirnya menangis. Tidak dengan melontarkan kata kata meskipun saya diposisi benar. Saya takut jika dalam keadaan jengkel harus berkata kata, saya takut dikuasai syetan, saya takut melontarkan kata kata yang mengadung doa keburukan, saya takut sungguh takut.

Setelah saya terdiam anak anak pun menjadi diam. Ada salahsatu siswi yang mengatakan “jangan berisik, kasian sama bu guru”.

Setelah reda. akhirnya saya berkata.

“Maafin bu guru ya, bu guru enggan untuk selalu marah marah sama kalian. bu guru ga bisa untuk teriak teriak, selain suara bu guru nanti habis, capek, dan bu guru takut dikuasai oleh syetan. anak anak berbuat salah atau tidak?”

“iya bu.”

“menyesal?”

“menyesal”.

“alhamdulillah jika menyesal, bu guru takut jika harus selalu membentak kalian. karena dengan bentakan secara tidak langsung sel sel diotak kalian akan rusak. Bu guru begini bukan karena galak, benci, tapi karena bu guru sayang pada kalian nak.”

“Maafkan kami.bu guru.”.

“Ya. Anak anak ingin kita bersama di surga atau neraka?”

“Surgaaa.”

“Maka dari itu contohlah para Nabi, Shohabat Nabi, dan alim ulama dalam menuntut ilmu. tunjukan adab adab penuntut ilmu yang baik, para penghapal al quran yang memiliki akhlaq yang mulia.”

“Iya bu”

Wetelah itu saya pun melanjutkan sisa jam pelajaran  dengan melatuh verbal anak anak dalam bercerita kisah para Nabi.

***

see?

mereka fitroh nya masih lurus, mereka memang masih anak anak. sebagai seorang wali kelas saya mempunyai amanah besar, amanah dalam pendidikan anak dari orangtua, amanah dalam pengajaran dari sekolah, amanah tentang moral dan adab dari yayasan. Serta yang utama adalah amanah dari Allah, kelak yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah.

Seperti dalam buku yang saya baca bahwa :

menahan emosi dan menundukkannya merupakan indikasi kuatnya seorang guru, bukan kelemahannya, terlebih jika guru yang bersangkutan mampu melakukan apa yang diinginkannya. sabar adalah faktor kesuksesan para guru, kepiawaian guru adalah terletak pada cara meredam amarah – amarahnya dan menundukkan saraf saraf nya. (Al – mu’allim al-awwal (Qudwah likulli mu’allim wa mu’allimah karya Fu’ad Al abdul aziz asy-syalhub)

Saya selalu takut jika apapun yang saya ajarkan adalah yang membuat murka Allah. untuk itu saya memilih meneteskan air mata daripada kecenderungan saya untuk marah.

maafkan ibu yah nak.

jika ibu belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kalian.

terimakasih sudah membersamai ibu dalam belajar. maafkan ibu ya…

semua ini karena ibu sayang pada kalian, ibu inginkan yg terbaik untuk kalian. ibu ingin menerapkan metode metode dari ilmu yg ibu dapatkan.

maafkan ibu ya nak.. semoga ingatanmu kelak tentang ibu adalah yg positif ya nak.

tanyakan pada Allah jika ibu tidak bersama kalian d surga ya nak.

yang teramat menyayangi kalian

♡ ibumu yang masih terus belajar.

*)catatan dari seorang yang ingin terus belajar.

28 feb 2017

بنت جو هري

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

S.J Wanders

The passionate odyssey of a slave.

karena bahagia itu sederhana...

Allah Owns Your Happiness, So Dont look it Far From Him

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Catatan Kecil

Menulis, Cara Sederhana Mengikat Makna

This Dunya is a Journey, not a Destination

Menulislah, suaramu takkan padam ditelan angin, abadi, sampai jauh di kemudian hari. [Pramoedya Ananta Toer]

MuslimAfiyah

Sehat Jiwa dan Raga Bersama Islam

amiradhana سلسبيلا

Just be yourself, people like you better that way. Best of all, there is no drama. ❤️

RUMAH MUNGIL

.....هذا سهل! اصبري ~ Bergerak di balik layar

apa tujuan hidup ?

menghayati kehidupan didunia fana

CyberSister

Bukan tempat curhat belaka

المطر في الشفق

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya” (Asy Syuura: 28)

اتق الله حيثما كنت

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ

%d bloggers like this: