Aku dan Kisah Safar

Dulu ku kira larangan  safar tanpa mahrom itu hanya untuk perjalanan yang sangat jauh. ternyata jarak >85km atau sesuai urf (kebiasaan setempat) sudah menjadi larangan wanita safar tanpa mahrom. mungkin itu adalah kedangkalan ilmu ku sehingga bermudah mudah. semoga Allah mengampuni dosaku terdahulu. karena pernah beberapa kali safar tanpa mahrom (untuk keperluan kuliah).

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Tidak halal bagi wanita untuk bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahromnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

seiring berjalannya waktu diawal tahun ke-3 kuliah mulai mengetahui perkara bahwa safar tanpa mahrom itu “HARAM”. saat itu yang bisa dilakukan adalah mengucap istigfar dan nangis. 

apakah mungkin menuntut ilmu, menunaikan amanah orangtua sementara Allah tak ridho dengan jalan yang kutempuh? 

padahal tahun kedua itu beberapa kali safar karena kuliah lapangan. sediiih. karena memang tidak bisa dijadikan hujjah bahwa sesama wanita bisa jadi mahrom. hmm. bahkan meskipun berpergian safar dengan ditemani ribuan wanita tetap saja itu haram. 

saat itu yang dilakukan adalah perkuat diri dengan senantiasa semakin intens mencari ilmu. berawal bertemu dengan akhawat udrussunnah sehingga semakin mantap dan memperdalam apasaja problema yang sering terjadi dikalangan akhawat. 

semenjak saat itu aku re-schedule matkul pilihan yang sekiranya kulapnya tidak safar. karena pasti sangaaat repot jika kulap harus sama mahrom. mungkin terdengar lucu jika acara kampus aku ditemani ayah ato adek. akhirnya kupilih matkul2 yang penelitian skala Laboratorium sehingga tidak banyak safar. padahal kecenderungan sebagai seorang mahasiswa alam ingin sekali menginjakkan kaki ketempat penelitian yang indah indah.

mungkin aku tak se asyik dulu yang bisa pergi kemanapun (kuliah lapangan-red) meski jauh. 

semua berjalan sedemikian mudahnya atas pertolongan Allah. 

***

suatu ketika aku akan pulang kerumah kemudian ku telpon adikku untuk menjemputku pulang dari bandung dan beliau menyanggupi karena memang ayah tak bisa menjemput. ah masyaa allah, ba’da ashar ia pakai travel menuju bandung dan setelah kajian ba’da magrib langsung pulang lagi bersama ku. semoga Allah menjagamu dek. aamiin

sampai sampai pernah aku merengek kepada adikku untuk menemaniku dauroh (safar). nangis nangis minta ditemenin, dan pandangan keluarga malah lucu katanya. hiks. adikku kini sudah jadi mahasiswa jadi waktunya tidak seluang masih sekolah. hmm meskipun akhirnya selalu luluh dan mau menemani safar. tenang dek, nanti kamu yang akan kangen diminta anter kakakmu ini hehe. 

alhamdulillah ia kuliah di kota yang sama denganku. jadi apabila aku ada keperluan ke kota tersebut sudah pasti bahwa berangkat diantar ayah dan pulang diantar adek. hehe . maafkan kakakmu ini ya yang selalu merepotkan, in syaa allah pahala kebaikan tercatat untukmu dek. 

jadi kepada semua teman temanku maafkan jika aku tak se asyik dulu yang bisa berpergian sesuka hati, yang bisa mengikuti pelatihan, penelitian, seminar atau sejenisnya diluar kota apalagi untuk sekedar berlibur. 

karena ini perkara syariat dan tidak ada standar ganda dalam menjalankannya. syariat ini sejatinya memuliakan bukan membatasi. bantulah saudarimu untuk menjalankan syariat mulia ini.

jadikanlah ini sebagai pengingat diri 

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al Hasyr : 7)

*) you never walk alone. iya kamu wanita gam akan pernah berjalan sendiri karena agama islam ini begitu memuliakanmu

Balada galau safar tanpa mahrom belum berkesudahan.
Cikampek.

💐UmmuFudhail

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

S.J Wanders

The passionate odyssey of a slave.

karena bahagia itu sederhana...

Allah Owns Your Happiness, So Dont look it Far From Him

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Catatan Kecil

Menulis, Cara Sederhana Mengikat Makna

This Dunya is a Journey, not a Destination

Menulislah, suaramu takkan padam ditelan angin, abadi, sampai jauh di kemudian hari. [Pramoedya Ananta Toer]

MuslimAfiyah

Sehat Jiwa dan Raga Bersama Islam

amiradhana سلسبيلا

Just be yourself. people like you better that way. Best of all, there is no drama. ❤️

RUMAH MUNGIL

.....هذا سهل! اصبري ~ Bergerak di balik layar

apa tujuan hidup ?

menghayati kehidupan didunia fana

CyberSister

Bukan tempat curhat belaka

المطر في الشفق

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya” (Asy Syuura: 28)

اتق الله حيثما كنت

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ

%d bloggers like this: