Posted in Uncategorized

​📱[Fenomena Handphone] adab itu sangat penting📱

📌Dahulu awal kuliah saya masih terbiasa memegang hp saat belajar (karena kebanyak dosen membebaskan) tetapi itu pun hanya sesekali untuk membalas sms dari mama. maafkan saya pak, bu. itu ternyata sangat menjengkelkan.

 

📌kemudian seiring berjalannya semester, ditingkat 3 mulai merasakan jadi asdos dan saya merasa jengkel ketika ada mahasiswa yang hetic dengan hp bahkan sempat sempatnya menerima telpon saat praktikum. saat itu ga bisa buat negur, hanya mengurangi penilaian sikap dan kedisiplinan di laboratorium saja.
📋saya rasa itu adalah suatu norma yang mungkin jika tidak diingatkan akan merasa ‘biasa’ saja.
📌akhirnya ketika saya menjadi tutor di bimbingan belajar saya coba cara ‘mengingatkan’, saat itu sedang menerangkan materi yang sangat kompleks sehingga anak anak terlihat serius, tetapi ada saja siswa yang dengan tanpa malunya memaikan hp (bersuara pula). miris.

saat saya tegur, sikapnya sungguh tidak mengenakkan. 
📚saya mulai berpikir apakah hp sekarang mengalihkan adab adab seorang penuntut ilmu, sehingga dengan mudahnya mengabaikan pembicara didepannya.

*sungguh ini cambuk buat diri saya sendiri agar bisa manage dalam menggunakan hp*
📌kini saya diberi kesempatan lagi menjadi seorang siswa dan saya sangat takut sekali jika sikap sikap saya menyinggung guru/ustadzah didepan (karena merasakan, betapa jengkelnya diabaikan).

disuatu kelas ketika ustadzah menjelaskan didepan, tiba tiba ada suara hp berbunyi dan kebanyakan asyik dengan hp nya. Bahkan ketika ustadzah memberikan pertanyaan, disaat bersamaan hp berbunyi dan mengabaikan pertanyaan lantas menjawab telpon yang sepertinya tidak terlalu urgent.

padahal waktu kita belajar hanya sebentar, coba mengambil faedah meski diwaktu yang singkat. dan saya sangat yakin beliau pun merasa tidak nyaman dengan fenomena tersebut. 

ini yang membuat saya semakin tertegur. 
📝kadang ketika di majelis ilmu terlalu bermudah mudah sibuk dengan urusan sendiri, dengan dalih bahwa ‘pakai hijab’, ‘ustadz nya kan ga lihat’ dsb. tetapi sejatinya tetap bahwa beliau (ustadz) sudah menyiapkan materi pembelajaran untuk kita dengan sungguh sungguh, meluangkan waktunya datang jauh untuk menyampaikan ilmu kepada kita (jangan berpikir bahwa guru/ustadz tidak memiliki kesibukkan lain).

apalagi jika ber majelis ilmu yang bisa bertatap muka langsung dengan ustadzah, sebaiknya perhatikan lagi adab adab sebagai penuntut ilmu.
🔊jika anak anak kecil saja mampu diam saat guru menjelaskan didepan, lantas kita yang orang dewasa seharusnya bisa mengambil ibroh dari mereka.

pelajari adabnya sebelum pelajari ilmunya

*notes mengingatkan diri sendiri*

cikampek

بنت جو هري

Posted in Goresan

Aku dan Kisah Safar

Dulu ku kira larangan  safar tanpa mahrom itu hanya untuk perjalanan yang sangat jauh. ternyata jarak >85km atau sesuai urf (kebiasaan setempat) sudah menjadi larangan wanita safar tanpa mahrom. mungkin itu adalah kedangkalan ilmu ku sehingga bermudah mudah. semoga Allah mengampuni dosaku terdahulu. karena pernah beberapa kali safar tanpa mahrom (untuk keperluan kuliah).

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Tidak halal bagi wanita untuk bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahromnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

seiring berjalannya waktu diawal tahun ke-3 kuliah mulai mengetahui perkara bahwa safar tanpa mahrom itu “HARAM”. saat itu yang bisa dilakukan adalah mengucap istigfar dan nangis. 

apakah mungkin menuntut ilmu, menunaikan amanah orangtua sementara Allah tak ridho dengan jalan yang kutempuh? 

padahal tahun kedua itu beberapa kali safar karena kuliah lapangan. sediiih. karena memang tidak bisa dijadikan hujjah bahwa sesama wanita bisa jadi mahrom. hmm. bahkan meskipun berpergian safar dengan ditemani ribuan wanita tetap saja itu haram. 

saat itu yang dilakukan adalah perkuat diri dengan senantiasa semakin intens mencari ilmu. berawal bertemu dengan akhawat udrussunnah sehingga semakin mantap dan memperdalam apasaja problema yang sering terjadi dikalangan akhawat. 

semenjak saat itu aku re-schedule matkul pilihan yang sekiranya kulapnya tidak safar. karena pasti sangaaat repot jika kulap harus sama mahrom. mungkin terdengar lucu jika acara kampus aku ditemani ayah ato adek. akhirnya kupilih matkul2 yang penelitian skala Laboratorium sehingga tidak banyak safar. padahal kecenderungan sebagai seorang mahasiswa alam ingin sekali menginjakkan kaki ketempat penelitian yang indah indah.

mungkin aku tak se asyik dulu yang bisa pergi kemanapun (kuliah lapangan-red) meski jauh. 

semua berjalan sedemikian mudahnya atas pertolongan Allah. 

***

suatu ketika aku akan pulang kerumah kemudian ku telpon adikku untuk menjemputku pulang dari bandung dan beliau menyanggupi karena memang ayah tak bisa menjemput. ah masyaa allah, ba’da ashar ia pakai travel menuju bandung dan setelah kajian ba’da magrib langsung pulang lagi bersama ku. semoga Allah menjagamu dek. aamiin

sampai sampai pernah aku merengek kepada adikku untuk menemaniku dauroh (safar). nangis nangis minta ditemenin, dan pandangan keluarga malah lucu katanya. hiks. adikku kini sudah jadi mahasiswa jadi waktunya tidak seluang masih sekolah. hmm meskipun akhirnya selalu luluh dan mau menemani safar. tenang dek, nanti kamu yang akan kangen diminta anter kakakmu ini hehe. 

alhamdulillah ia kuliah di kota yang sama denganku. jadi apabila aku ada keperluan ke kota tersebut sudah pasti bahwa berangkat diantar ayah dan pulang diantar adek. hehe . maafkan kakakmu ini ya yang selalu merepotkan, in syaa allah pahala kebaikan tercatat untukmu dek. 

jadi kepada semua teman temanku maafkan jika aku tak se asyik dulu yang bisa berpergian sesuka hati, yang bisa mengikuti pelatihan, penelitian, seminar atau sejenisnya diluar kota apalagi untuk sekedar berlibur. 

karena ini perkara syariat dan tidak ada standar ganda dalam menjalankannya. syariat ini sejatinya memuliakan bukan membatasi. bantulah saudarimu untuk menjalankan syariat mulia ini.

jadikanlah ini sebagai pengingat diri 

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al Hasyr : 7)

*) you never walk alone. iya kamu wanita gam akan pernah berjalan sendiri karena agama islam ini begitu memuliakanmu

Balada galau safar tanpa mahrom belum berkesudahan.
Cikampek.

💐UmmuFudhail