Posted in Ta'lim

Diampuni Dosanya

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -37 dan 38

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, sabdanya:

“Tidak suatupun yang mengenai seseorang muslim – sebagai mushibah – baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti – yakni sesuatu yang tidak mencocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan – segala macam dan segala waktunya, sampaipun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya-yakni sesuai dengan mushibah yang diperolehnya- itu.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Keterangan:

Kesakitan apapun yang diderita oleh seseorang mu’min, ataupun bencana dalam bentuk bagaimana yang ditemui olehnya itu dapat membersihkan dosa-dosanya dan berpahalalah ia dalam keadaan seperti itu, tetap bersabar dan tabah. Sebaliknya jikalau tidak sabar dan uring-uringan serta mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, maka bukan pahala yang didapatkan, tetapi makin menambah besarnya dosa. Oleh sebab itu jikalau kita tertimpa oleh kesakitan atau malapetaka, jangan sampai malahan melenyapkan pahala yang semestinya kita peroleh.

Hadits ke- 38

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, katanya: Saya memasuki tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan beliau sedang dihinggapi penyakit panas. Saya lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau benar benar menderita sakit yang sangat panas.” Beliau kemudian bersabda: “Benar, sesungguhnya sakit panas yang saya derita ini dua kali lipat lebih panas dari yang biasa diderita kalian.” Saya berkata lagi: “Kalau demikian engkau tentulah mendapatkan dua kali pahala.” Beliau bersabda: “Benar, demikianlah memang keadaannya, tiada seorang Muslimpun yang terkena oleh sesuatu kesakitan, baik itu berupa duri ataupun sesuatu yang lebih dari itu, melainkan Allah pasti menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab mushibah yang mengenainya tadi dan diturunkanlah dosa-dosanya sebagaimana sebuah pohon menurunkan daunnya – dan ini jikalau disertai kesabaran.”

*)Alwa’ku yaitu sangatnya panas (dalam tubuh sebab sakit), tetapi ada yang mengatakan panas (biasa).

Faidah hadits :

  • Orang yang paling hebat ujiannya adalah para Nabi, karena mereka diberikan kesempurnaan sabar dan dimudahkan.
  • Pahala itu sesuai dengan kadar beratnya yang kita derita.
  • Orang yang kuat bisa menanggung sesuatu dari yang lemah. Maka setiap muslim akan diuji berdasarkan kadar agama dan keyakinannya.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Advertisements

Author:

Younger Muslimah manhaj of salaful ummah -Nothing Personal- Dimanapun dan kapanpun menulis, membaca, dan belajar adalah satu kesatuan yang tak boleh terlepas dari kehidupan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s