Posted in Ta'lim

Kesabaran

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Faedah kesabaran

Terujinya kesabaran seseorang dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama inimaka hal demikian merupakan kesabaran yang terpuji. Meskipun mereka disiksa dengan besi untuk menegakkan agama ini akan tetapi dakwah mereka tidak surut. Meskipun badannya disisir oleh besi. Betapa kuatnya keimanan mereka. Apalah daya kita di zaman yang sekarang kita mudah surut tatkala dihadang dalam dakwah, di fitnah dan yang semisalnya. Hal demikian karena lemahnya keimanan kita.

Orang orang pada zaman dahulu sangatlah kuat kesabarannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah mengajarkan untuk mengeluh. Beliau pernah memberikan nasehat tentang gambaran orang orang terdahulu. “mereka adalah orang orang yang kuat imannya, orang orang yang hebat penderitaannya, yang taruhannya nyawanya, penderitaan yang sangat dahsyat”. Siapa diantara kita yang suka mengeluh maka ia adalah orang yang lemah, dan sesiapa yang tidak mengeluh maka ia adalah orang yang kuat.

Kisah Ibnul Qayyim al jauziyyah kiranya bisa menjadi ibroh. Beliau sering kali terguncang lemah tatkala guru beliau yaknu Ibnu Taimiyyah dipenjara disebabkan fitnah. Namun ketika beliau sudah menemui gurunya dan diberi nasehat, seketika kembalilah bersemangat dirinya. Padahal yang kita ketahui betapa indahnya beliau dalam berkarya (bisa dibaca buku karya beliau yang sangat menyentuh hati serta sarat makna).

  • Sangatlah dahsyat ujian yang diberikan kepada para shahabat dan mereka menanggung ujian dijalan Allah dengan hati yang suka rela dan jiwa yang penuh dengan ketaatan.
  • Seseorang akan terlihat aslinya setelah diuji (diberi musibah). Orang yang munafik akan kembali kepada kesesatannya, sementara orang mukmin akan kembali kepada keimanannya setelah diuji.
  • Orang mukmin harus tetap teguh diatas aqidahnya meski ia harus disayat oleh gergaji
  • Diperbolehkan membuat permisalan dengan ummat terdahulu tentang kesabaran mereka dizaman dahulu (kisah : nabi musa dikejar oleh penguasa saat menegakan dakwah hingga harus menyebrangi lautan.
  • Diperbolehkan seseorang menceritakan musibah dari orang kafir yang menimpa dirinya
  • Boleh mendoakan kebinasaan bagi orang orang kafir.
  • Orang yang kafir, fasik, maksiat mereka tidak mendekat pada keimanan dan ini merupakan jalan orang yang durhaka
  • Setiap orang yang menjalankan sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam maka ia pun akan mengalami penderitaan sebagaimana rasulullah pun mengalaminya.
  • Ketika kita mengalami apa ujian yang rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam alami, maka hendaklah bersabar dan memohon agar diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah. Karena seyogyanya ujian kita tidak lah sebanding dengan yang beliau rasakan sebelumnya.
  • Wallahi ! apa yang diusahakan dalam menegakan agama Allah dan sunnah Rasul. Yakni siapapun yang berjalan diatas sunnah maka akan Allah permudah jalannya dala menyempurnakannya.
  • Bersabarlah ! bersabarlah!. Karena bersabar akan menghantarkan kepada kebahagiaan
  • Kiamat tidak akan terjadi sebelum dikalahkan oleh ummat muslim. Karena kemenangan itu, masa depan itu adalah milik Islam.
  • Manusia tatkala diberi ujian ada 4 tipe:

1. orang yang berkeluh kesah

2. orang yang sabar

3. orang yang ridho

4. orang yang bersyukur (ini merupakan tingkatan tertinggi).

“Ujian adalah termasuk konsekuensi – konsekuensi keimanan pada semua waktu”

“Bersabar dalam menghadapi siksaan dalam menegakkan agama ini adalah kesabaran yang terpuji.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mengharap Kematian

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -40

Dari Anas radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda: “Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah hadits :

  • Jika seorang hamba takut terkena fitnah dunia, maka diperbolehkan berdoa sesuai redaksi hadits diatas.
  • Seseorang tidaklah diperbolehkan mengharapkan kematian, dan ingatlah bahwa setelah mati itu amalan seseorang akan terputus.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam berkata : siapa yang suka bertemu dengan Allah maka Allah akan suka bertemu dengannya (begitupun sebaliknya).

Question :

  1. Ketika kita sakit demam bolehkan diobati? Jawab: boleh berobat maupun tidak. hanya saja ketika kita yakin untuk tidak berobat maka yakinlah akan sembuh dengan sendirinya. Dan hal demikian akan semakin besar pahalanya asalkan senantiasa bersyukur.
  2. Apakah membuat orangtua kecewa termasuk durhaka? Jawab: sesiapa yang membuat orangtua nya kecewa, menangis, marah maka itu sudah termasuk kategori durhaka. Meskipun kita diposisi yang benar. Penuhilah semua kemauan orangtua selam tidak meminta dalam kemaksiatan atau kesyirikan.

“Bagaimana menjadikan agar orangtua tidak kecewa terhadap dirimu? Birrul walidain.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Dikehendaki Kebaikan

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -39

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

“Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperoleh kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya.” (Riwayat Bukhari).

 

Faidah hadits :

  • Seorang mukmin pasti dirinya pernah diliputi kekurangan.
  • Ujian adalah tanda kecintaan Allah kepada dirinya, sampai Allah tinggikan derajatnya, kemudian Allah hapuskan dosanya.

 

“tidak ada obat yang lebih membahagiakan selain menuntut ilmu. Maka jadikanlah menuntut ilmu sebagai hiburan.”

 

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Diampuni Dosanya

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -37 dan 38

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, sabdanya:

“Tidak suatupun yang mengenai seseorang muslim – sebagai mushibah – baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti – yakni sesuatu yang tidak mencocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan – segala macam dan segala waktunya, sampaipun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya-yakni sesuai dengan mushibah yang diperolehnya- itu.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Keterangan:

Kesakitan apapun yang diderita oleh seseorang mu’min, ataupun bencana dalam bentuk bagaimana yang ditemui olehnya itu dapat membersihkan dosa-dosanya dan berpahalalah ia dalam keadaan seperti itu, tetap bersabar dan tabah. Sebaliknya jikalau tidak sabar dan uring-uringan serta mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, maka bukan pahala yang didapatkan, tetapi makin menambah besarnya dosa. Oleh sebab itu jikalau kita tertimpa oleh kesakitan atau malapetaka, jangan sampai malahan melenyapkan pahala yang semestinya kita peroleh.

Hadits ke- 38

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, katanya: Saya memasuki tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan beliau sedang dihinggapi penyakit panas. Saya lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau benar benar menderita sakit yang sangat panas.” Beliau kemudian bersabda: “Benar, sesungguhnya sakit panas yang saya derita ini dua kali lipat lebih panas dari yang biasa diderita kalian.” Saya berkata lagi: “Kalau demikian engkau tentulah mendapatkan dua kali pahala.” Beliau bersabda: “Benar, demikianlah memang keadaannya, tiada seorang Muslimpun yang terkena oleh sesuatu kesakitan, baik itu berupa duri ataupun sesuatu yang lebih dari itu, melainkan Allah pasti menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab mushibah yang mengenainya tadi dan diturunkanlah dosa-dosanya sebagaimana sebuah pohon menurunkan daunnya – dan ini jikalau disertai kesabaran.”

*)Alwa’ku yaitu sangatnya panas (dalam tubuh sebab sakit), tetapi ada yang mengatakan panas (biasa).

Faidah hadits :

  • Orang yang paling hebat ujiannya adalah para Nabi, karena mereka diberikan kesempurnaan sabar dan dimudahkan.
  • Pahala itu sesuai dengan kadar beratnya yang kita derita.
  • Orang yang kuat bisa menanggung sesuatu dari yang lemah. Maka setiap muslim akan diuji berdasarkan kadar agama dan keyakinannya.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 23 Januari 2016

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Mukmin

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke -27

Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu., katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur-|ah, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran – yakni yang merupakan bencana – iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (Riwayat Muslim)

Faedah hadits :

  • Waktu waktu manusia adalah taat, maksiat, susah, senang.
  • Kapan pun waktunya kita harus pandai bersyukur.
  • Kehidupan seorang mukmin adalah kebaikan.
  • Iman terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : syukur dan sabar. Dan kedua bagian ini terdapat pada orang mukmin.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Ta'lim

Selamat Datang Wahai Washilah Menuju Akhirat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

 

Hadits ke -26

Dari Abu Said yaitu Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta – sedekah – kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:

“Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits :

  • Siapa yang menjaga dirinya untuk tidak meminta minta, maka Allah akan menjaganya. Orang miskin yang sesungguhnya itu tidaklah meminta minta.
  • Barangsiapa yang merasa cukup maka Allah akan memberi kecukupan.
  • Barang siapa yang bersikap sabar dan berupaya bersikap sabar. Maka Allah akan jadikan ia orang yang sabar.
  • Akhlak yang mulia hanya dapat diperoleh dengan motivasi dan melatih jiwa. Akhlak yang mulia itu diupayakan bukan di nanti nanti.
  • Jangan merasa rugi jika sudah memberi pada yang layak diberi.
  • Apabila kita tidak mampu untuk memberi maka tidak boleh mencela, alangkah baiknya berikan alasan mengapa kita tidak bisa memberi, dan bedoa lah untuk kebaikan orang tersebut.
  • Barangsiapa yang sabar dengan tidak meminta minta meskipun ada hajat mendesak, maka Allah akan jadikan ia bersabar. Dan tidak ada pemberian yang lebih indah melainkan kesabaran.

Quotes

Dan tidaklah seseorang diberi suatu hal yang lebih baik, melainkan kesabaran

.

Menurut Hasan al Basri : tatkala ada yang meminta minta selalu katakan “selamat datang wahai washilah menuju akhirat”.

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 28 Juni 2015

#catatankajian