Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 1

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-25

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asy’ari r.a. berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Bersuci adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi imbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang ada di antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda keimanan bagi yang memberikannya. Sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu. Jikalau mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu. Jikalau tidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya – kepada Allah – berarti ia memerdekakan dirinya sendiri – dari siksa Allah Ta’ala itu – dan ada yang merusakkan dirinya sendiri pula – karena tidak menginginkan keridhaan Allah Ta’ala.” (Riwayat Muslim)

Keterangan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:

  1. Bersuci yakni menyucikan diri dari hadas dan kotoran.
  2. Memenuhi neraca kerana sangat besar pahalanya, hingga neraca akhirat penuh dengan ucapan itu saja.
  3. Artinya andaikata pahalanya itu dibentuk menjadi jisim yang tampak, pasti dapat memenuhi langit dan bumi.
  4. Shalat adalah cahaya yakni cahaya yang menerangi kita ke jalan yang diridhai Allah. Sebab orang yang tidak suka bersembahyang pasti hati nuraninya tertutup daripada kebenaran yang sesungguh-sungguhnya.
  5. Sedekah yang sunnah atau wajib (zakat) itu merupakan kenyataan yang menunjukkan bahwa orang itu benar-benar telah melakukan perintah Allah.
  6. Al-Quran itu hujjah (keterangan) bagimu yakni membela dirimu kalau engkau suka melakukan isinya. Atau juga keterangan atasmu yakni mencelakakan dirimu yaitu kalau engkau menyalahi apa-apa yang menjadi perintah Allah.
  7. Kita di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam bepergian ke lain tempat yang hanya terbatas sekali waktunya. Di tempat itu kita menjual diri yakni memperjuangkan nasib untuk hari depan seterusnya yang kekal yaitu di akhirat. Tetapi di dalam memperjuangkan itu, ada di antara kita yang memerdekakan diri sendiri yakni melakukan semua amat baik dan perintah-perintah Allah, sehingga diri kita merdeka nanti di syurga. Tetapi ada pula yang merusak dirinya sendiri kerana melakukan larangan-larangan Allah hingga rusaklah akhirnya nanti di dalam neraka, amat pedih siksa yang ditemuinya.

Faedah Hadits :

  • Bersabarlah engkau atas perintah Allah, berbaik sangkalah bahwa Allah menguji kita sesuai kemampuan hambaNya. Karena sesungguhnya seorang hamba tidak akan keluar dari 2 perkara yaitu nikmat (Allah beri nikmat) dan diutus kesabaran dalam nikmat nikmat tersebut.
  • Hendaklah ketika kita diberi nikmat (berupa musibah) oleh Allah sikap minimal kita adalah bersyukur dan maksimal adalah dengan bersabar. Segala musibah yang menimpa senantiasa yang pertama dibutuhkan adalah kesabaran dengan tidak mengeluh.
  • 3 definisi sabar :
  1. Sabar atas perintah perintah Allah (ketaatan pada Allah)
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas taqdir Allah yang menyakitkan (dalam persepsi makhluk)
  • Waktu manusia hanya ada 4 tidak ada yang 5: pertama Senang, Susah, Taat, Maksiat. Dan tidak ada waktu yang ke-5
  • Kesabaran menahan diri dari segala musibah yang datang dari Allah dengan cara menjaga kesabaran yang berkesinambungan, menjaga ketaatan yaitu memperbagus taat kita kepada Allah dengan ilmuNya (yang shahih), menjaga dari kemaksiatan, menghundari zina, dan bersikap ridho atas ketetapan Allah dan juga tidak mengeluh.
  • Ketika mendapat musibah ada 4 sikap dari sebagian orang, yaitu :
  1. Sedih
  2. Sabar
  3. Ridho
  4. Bersyukur

dan tingkatan yang tertingginya adalah bersyukur.

  • Menahan diri untuk selalu taat kepada Allah, menjaga kontinuitas ketaatan kepada Allah dengan keikhlasan. “yang taat tetapi tidak ikhlas dan bukan karena Allah maka, suatu saat akan berhenti”
  • Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan
  • Ketika syahwat dunia melingkupi diri maka patahkanlah dengan sikap zuhud (mengambil perkara akhirat yang lebih penting).
  • Ketika seorang cenderung kepada sikap ‘galau’ maka sedang terkena gangguan syetan, hendaklah tidak menceritakan kegalauan kepada makhluk, ceritakanlah kepada Allah. (akan tetapi untuk sekedar meminta nasehat diperbolehkan, dengan syarat memilah kawan bicara).
  • Jika ada sekelompok yang melakukan maksiat maka jauhilah, hindarilah. Karena sulit bagi kita untuk berlepas diri.
  • Bersikap ridho terhadap ketetapan dan taqdir Allah dengan tanpa mengeluh.
  • Nabi Yusuf adalah yang paling sabar dalam menghadapi perkara yang diharamkan “mampukah bersabar seperti kisah Nabi Yusuf untuk menghindari Zina?”
  • Nabi Ibrohim bersabar dalam menghadapai ketaatan terhadap Allah.
  • Nabi Ayub sabar dalam menghadapi kesakitan.

Question :

  1. Jika ada kajian yang bukan kajian ilmiah salaf, bagaimana? Jawab : jika kajiannya tidak menyimpang maka tidak mengapa. Tetapi jika sekiranya tidak mampu memfilter maka ahsannya menghindari.
  2. Bagaiman cara menerima taqdir ? jawab : dengan mengucap Innalillahi wa inna ilaihi roji’un serta dengan sabar dan ridho

Quotes

“ surga itu diiringi oleh sesuatu yang tidak disukai, dan neraka diiringi oleh sesuatu yang mungkin kita sukai”

“seorang pria cerdas tidak akan meninggalkan perkara perkara akhirat hanya karena perkara dunia apalagi dikarenakan wanita”

“jika kita kehilangan sesuatu cukup 1 saja jangan sampai keduanya. Semisal kehilangan sesuatu yang kita cintai, jangan sampai kehilangan pahala disebabkan hilangnya kesabaran dan keridhoan.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 10 Mei 2015

#catatankajian

Advertisements

Author:

Younger Muslimah manhaj of salaful ummah -Nothing Personal- Dimanapun dan kapanpun menulis, membaca, dan belajar adalah satu kesatuan yang tak boleh terlepas dari kehidupan saya.

2 thoughts on “Sabar Diatas Ketaatan part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s