Posted in Ta'lim

Bersabarlah Tatkala Tertimpa Musibah

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-43

وعن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :”إذا أراد الله بعبده خيراً عجل له العقوبة في الدنيا، وإذا أراد الله بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة”.

Dari Anas radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hambaNya, maka Allah akan mempercepat suatu siksaan – penderitaan – sewaktu dunia, tetapi jika Allah menghendaki keburukan pada seseorang hambaNya, maka orang itu dibiarkan dengan dosanya, sehingga nanti akan dipenuhkan balasan – siksaannya – hari kiamat.”

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : “إن عظم الجزاء مع عظم البلاء، وإن الله تعالى إذا أحب قوماً ابتلاهم، فمن رضي فله الرضى، ومن سخط فله السخط” ((رواه الترمذي وقال : حديث حسن)).

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya besarnya balasan – pahala – itu tergantung dari besarnya bala’ yang menimpa dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka mereka akan diberi ujian. barangsiapa yang ridho menerima bala’, maka ia akan memperolehi keridhoan dari Allah dan barangsiapa yang kecewa maka ia akan memperoleh kemurkaan dari Allah.” (Hadits Hasan. HR. At Tirmidzi)

Faidah hadits :

Segala siksaan di dunia yang Allah kehendaki itu adalah suatu kebaikan yang Allah berikan. Karena itu adalah kifarat (penghapus dosa), apabila Allah tidak menghendaki suatu kebaikan pada hambaNya maka Allah akan berikan hukuman (penderitaan) di hari kiamat. Tetapi bukan berarti kita lantas meminta penderitaan dari Allah. Apabila kelak kita mendapat musibah dari Allah maka kita harus sabar, ridho dan ikhlas.

“seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya”

• Adapun kesabaran atas musibah dan atas penyakit yang dideritanya maka hal demikian akan menghapuskan / membersihkan dari dosa dosanya terdahulu.

Dan ingatlah ada 3 jenis kesabaran :

  1. Sabar atas perintah Allah
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas gangguan yang menyakitkan

Suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk ridho atas segala ujian yang menimpa dirinya (tidak merasa marah, jengkel, bahkan hingga berputus asa).

• Diantara tanda tanda dihapuskan dari dosa dosa adalah sikap sabar atas Al bala’ ( malapetaka atau musibah). Lantas kita akan terus bertanya dalam diri mengapa kita harus bersabar?

Jawabnya adalah karena semua urusan ada ditangan Allah, dan dengan kehendak Allah. Maka sabar adalah sikap terbaik agar kita merasa berserah atas taqdir nya.

• Dalam mengimani taqdir ada 4 hal yang harus diyakini :

1. Al- ilmu’ (tentang ilmu Allah)

Mengimani bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, sejak dahulu Allah ada. Allah mengetahui segalanya dan tak luput dari ilmuNya. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu secara global maupun terperinci sejak zaman azali hingga abadi.

2. Al – kitaabah (pencatatan)

Mengimani bahwa Allah telah mencatat apa yang telah diketahuiNya dari ilmuNYa, dari ketentuan para makhluk hingga hari kiamat dan tercatat dalam Al- Lauhul Mahfuzh. Allah mencatat seluruh taqdir para makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

3. Al – masyiiah (kehendak)

Mengimani bahwa Allah memiliki kehendak yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada perbuatan makhluk pun yang keluar dari kehendak Allah. Baik disukai maupun tidak oleh syariat.

Dalam hal ini terbagi menjadi 2 kehendak :

∗ Irodah kauniyyah : sesuatu yang berarti kehendak yang pasti terjadi jika Allah berkehendak. apabila Allah mengatakan sesuatu terjadi, maka terjadilah. Seperi ketaatan dan kemaksiatan.
∗ Irodah syariyyah : sesuatu yang bermakna cinta (kesenangan), bersifat bisa terealisasi ataupun tidak, dan terdapat kecintaan Allah.

4. Al- khalq (penciptaan)

Mengimani bahwa Allah mempunyai peranan dalam penciptaan. Meyakini bahwa sesuatu yang ada adalah makhluk ciptaan Allah baik dzat maupun sifatnya.

Menurut Syaikh Al – Utsaimin Rahimahullahu ta’ala

“Jika tertimpa azab didunia maka itu adalah nikmat, karena azab di dunia lebih ringan dari azab di akhirat”.

• Jika Allah tidak menghendaki kebaikan untuk seseorang di dunia, maka akan Allah undur hingga hari kiamat kelak. Hal demikian seumpama bahwa adakalanya hamba Allah terus menerus bermaksiat dan tidak beribadah secara benar kepada Allah, akan tetapi Allah permudah seluruh urusannya, Allah memberikan nikmat lebih padanya. Berhati hatilah bisa saja hal demikian adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan dari Allah). Sungguh perkara diatas adalah Allah telah menghalangi ia dari penderitaan di dunia, sehingga akan berujung penderitaan di akhirat kelak.

• Musibah yang sangat hebat mempunyai balasan pahala yang besar. Apabila Allah menguji dengan musibah yang keras niscaya Allah beri mereka dengan pahala yang besar, dan itulah tandanya Allah memncintai hambanya. Ingatlah suatu hadits,

إِذَاأَحَبَّ اللَّهُ قَوْ مًا إِبْتَلَا هُمْ

“Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka niscaya Allah akan menguji Mereka”. (Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaami’ no. 285)

• Apabila ditimpa suatu musibah dari Allah jangan lantas berprasangka buruk bahwa Allah membenci kita, atau bahkan tatkala diberi musibah bukan lantas menjauh dari Allah hingga berguguran pula dalam majelis ilmu. Akan tetapi teruslah berjuang karena hal demikianlah yang akan mengangkat derajatmu dan menghapus dosa dosamu yang telah lalu.

wallahu ‘alam bishowab
Mesjid Asy Syuhada
Cikampek, 27 Maret 2016

#catatankajian

Advertisements

Author:

Younger Muslimah manhaj of salaful ummah -Nothing Personal- Dimanapun dan kapanpun menulis, membaca, dan belajar adalah satu kesatuan yang tak boleh terlepas dari kehidupan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s