Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 3

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Orang orang yang sabar disempurnakan pahala bagi mereka. Karena itu sabar dan ibadah tidak ada hitungan secara matematis. Keikhlasan merupakan kunci. Semakin ikhlas maka semakin luar biasa pahalanya, begitu pun sebaliknya.

Kewajiban kita yaitu menjalankan perintah Allah dengan lurus. Berbuat baik itu tidak boleh hitungan karena Allah berbuat baik kepada manusia baik yang beriman, kafir maupun yang bermaksiat. Hal demikian merupakan tanda kasih sayang Allah.

Sesungguhnya orang yang sabar dari gangguan oranglain, bersabar atas sikap orang lain dan mampu memaafkan niscaya hidupnya akan bahagia. Syaikh Al Fauzan berkata :

“ siapa diantara kamu bersabar dalam menghadapi gangguan tatkala jihad dijalan Allah, maka pahalamu ada dua, yaitu pahala dari gangguan yang kamu peroleh, dan sabar diatas ketaatan yang dilakukan.

Pesan bahwa janganlah sampai menjadi suatu penghalang untuk suami dalam menuntut ilmu. Alangkah baiknya saling mendukung satu sama lain.

“ sabar adalah sikap, bahkan berdoa pun harus melibatkan kesabaran”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 14 Juni 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 2

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hendaklah kalian saling sabar. Kebanyakan sabar dalam ketaatan sangat sulit dan sering kelelahan. Ketahuilah hendaklah bersikap :

  1. Sabar mendengar perintah Allah lalu melakukannya
  2. Sabar dari maksiat terhadap Allah, saat orang melakukan hendaklah tetap menjauhi
  3. Sabar dengan ridho terhadap qada dan qodar

Perangilah musuh musuh Allah, maka tidak ada orang yang paling sabar dan menanggung kenikmatan sabar selain orang yang beriman.

Inilah keadaan manusia ketika tertimpa musibah :

  1. Murka dengan hatinya, dengan lidahnya, dengan anggota badannya (merasa jengkel terhadap Allah tanda tidak ikhlas).
  2. Orang yang senantiasa bersabar atas musibah yang menimpa dirinya, dengan menahan dirinya dari mengeluh kemudian mengucapkan : Alhamdulillah ‘ala kulli hal (segala pujia bagi Allah atas segala keadaan).
  3. Kesabaran menghadapi taqdir Allah

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah ; 155)

  • Ujian Allah itu hanya sedikit (sebentar) saja. Jika kamu mau bersabar sedikit saja niscaya kamu akan mendapat nikmat yang cukup lama.
  • Lebih utama manakah sabar diatas ketaatan atau sabar diatas kemaksiatan? Sabar diatas ketaatan lebih utama dibanding kemaksiatan. Karena sesungguhnya melakukan ketaatan seperti meninggalkan kemaksiatan akan terasa berat kepada jiwa yang malas.

“percayalah ujian yang Allah berikan mengandung faedah yang sangat besar”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 24 Mei 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Sabar Diatas Ketaatan part 1

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

 

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-25

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asy’ari r.a. berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Bersuci adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi imbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang ada di antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda keimanan bagi yang memberikannya. Sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu. Jikalau mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu. Jikalau tidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya – kepada Allah – berarti ia memerdekakan dirinya sendiri – dari siksa Allah Ta’ala itu – dan ada yang merusakkan dirinya sendiri pula – karena tidak menginginkan keridhaan Allah Ta’ala.” (Riwayat Muslim)

Keterangan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:

  1. Bersuci yakni menyucikan diri dari hadas dan kotoran.
  2. Memenuhi neraca kerana sangat besar pahalanya, hingga neraca akhirat penuh dengan ucapan itu saja.
  3. Artinya andaikata pahalanya itu dibentuk menjadi jisim yang tampak, pasti dapat memenuhi langit dan bumi.
  4. Shalat adalah cahaya yakni cahaya yang menerangi kita ke jalan yang diridhai Allah. Sebab orang yang tidak suka bersembahyang pasti hati nuraninya tertutup daripada kebenaran yang sesungguh-sungguhnya.
  5. Sedekah yang sunnah atau wajib (zakat) itu merupakan kenyataan yang menunjukkan bahwa orang itu benar-benar telah melakukan perintah Allah.
  6. Al-Quran itu hujjah (keterangan) bagimu yakni membela dirimu kalau engkau suka melakukan isinya. Atau juga keterangan atasmu yakni mencelakakan dirimu yaitu kalau engkau menyalahi apa-apa yang menjadi perintah Allah.
  7. Kita di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam bepergian ke lain tempat yang hanya terbatas sekali waktunya. Di tempat itu kita menjual diri yakni memperjuangkan nasib untuk hari depan seterusnya yang kekal yaitu di akhirat. Tetapi di dalam memperjuangkan itu, ada di antara kita yang memerdekakan diri sendiri yakni melakukan semua amat baik dan perintah-perintah Allah, sehingga diri kita merdeka nanti di syurga. Tetapi ada pula yang merusak dirinya sendiri kerana melakukan larangan-larangan Allah hingga rusaklah akhirnya nanti di dalam neraka, amat pedih siksa yang ditemuinya.

Faedah Hadits :

  • Bersabarlah engkau atas perintah Allah, berbaik sangkalah bahwa Allah menguji kita sesuai kemampuan hambaNya. Karena sesungguhnya seorang hamba tidak akan keluar dari 2 perkara yaitu nikmat (Allah beri nikmat) dan diutus kesabaran dalam nikmat nikmat tersebut.
  • Hendaklah ketika kita diberi nikmat (berupa musibah) oleh Allah sikap minimal kita adalah bersyukur dan maksimal adalah dengan bersabar. Segala musibah yang menimpa senantiasa yang pertama dibutuhkan adalah kesabaran dengan tidak mengeluh.
  • 3 definisi sabar :
  1. Sabar atas perintah perintah Allah (ketaatan pada Allah)
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas taqdir Allah yang menyakitkan (dalam persepsi makhluk)
  • Waktu manusia hanya ada 4 tidak ada yang 5: pertama Senang, Susah, Taat, Maksiat. Dan tidak ada waktu yang ke-5
  • Kesabaran menahan diri dari segala musibah yang datang dari Allah dengan cara menjaga kesabaran yang berkesinambungan, menjaga ketaatan yaitu memperbagus taat kita kepada Allah dengan ilmuNya (yang shahih), menjaga dari kemaksiatan, menghundari zina, dan bersikap ridho atas ketetapan Allah dan juga tidak mengeluh.
  • Ketika mendapat musibah ada 4 sikap dari sebagian orang, yaitu :
  1. Sedih
  2. Sabar
  3. Ridho
  4. Bersyukur

dan tingkatan yang tertingginya adalah bersyukur.

  • Menahan diri untuk selalu taat kepada Allah, menjaga kontinuitas ketaatan kepada Allah dengan keikhlasan. “yang taat tetapi tidak ikhlas dan bukan karena Allah maka, suatu saat akan berhenti”
  • Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan
  • Ketika syahwat dunia melingkupi diri maka patahkanlah dengan sikap zuhud (mengambil perkara akhirat yang lebih penting).
  • Ketika seorang cenderung kepada sikap ‘galau’ maka sedang terkena gangguan syetan, hendaklah tidak menceritakan kegalauan kepada makhluk, ceritakanlah kepada Allah. (akan tetapi untuk sekedar meminta nasehat diperbolehkan, dengan syarat memilah kawan bicara).
  • Jika ada sekelompok yang melakukan maksiat maka jauhilah, hindarilah. Karena sulit bagi kita untuk berlepas diri.
  • Bersikap ridho terhadap ketetapan dan taqdir Allah dengan tanpa mengeluh.
  • Nabi Yusuf adalah yang paling sabar dalam menghadapi perkara yang diharamkan “mampukah bersabar seperti kisah Nabi Yusuf untuk menghindari Zina?”
  • Nabi Ibrohim bersabar dalam menghadapai ketaatan terhadap Allah.
  • Nabi Ayub sabar dalam menghadapi kesakitan.

Question :

  1. Jika ada kajian yang bukan kajian ilmiah salaf, bagaimana? Jawab : jika kajiannya tidak menyimpang maka tidak mengapa. Tetapi jika sekiranya tidak mampu memfilter maka ahsannya menghindari.
  2. Bagaiman cara menerima taqdir ? jawab : dengan mengucap Innalillahi wa inna ilaihi roji’un serta dengan sabar dan ridho

Quotes

“ surga itu diiringi oleh sesuatu yang tidak disukai, dan neraka diiringi oleh sesuatu yang mungkin kita sukai”

“seorang pria cerdas tidak akan meninggalkan perkara perkara akhirat hanya karena perkara dunia apalagi dikarenakan wanita”

“jika kita kehilangan sesuatu cukup 1 saja jangan sampai keduanya. Semisal kehilangan sesuatu yang kita cintai, jangan sampai kehilangan pahala disebabkan hilangnya kesabaran dan keridhoan.”

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 10 Mei 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Taubat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-24

dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Allah Subhanahu wa Ta’ala tertawa – merasa senang – kepada dua orang yang seorang membunuh pada lainnya, kemudian keduanya dapat memasuki syurga. Yang seorang itu berperang fisabilillah kemudian ia dibunuh, selanjutnya Allah menerima taubat atas orang yang membunuhnya tadi, kemudian ia masuk Islam dan selanjutnya dibunuh pula sebagai seorang syahid.” (Muttafaq ‘alaih).

 

Faedah Hadits :

  • Dalam hadits diatas yang satu berjuang dijalan Allah (yang terbunuh) sehingga disebut mujahid. Kemudian yang satu lagi bertaubat dan kelak membela agama Allah. Sehingga keduanya masuk surga.
  • Apapun yang dilakukan (dosa besar) maka harus bertaubat. Allah menerima taubat hambanya. Karena taubat adalah jalan terbaik.
  • Tidaklah boleh berputus asa dari rahmat Allah. Meski asalnya orang kafir kemudian masuk islam maka hal demikian memangkas kekufuran dan kesyirikan sebelumnya.
  • Dalam hadits diatas orang yang bertaubat asalnya adalah seorang pembunuh serta kafir. Tetapi masuk islam dan mati syahid (jaminannya surga). Mati syahid dijalan Allah menjadi penyebab masuk surga.

Manusia hendaklah bertaubat sekalipun dosanya besar karena Allah Maha Pengampun. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa asalkan bersungguh sungguh taubat dan tidak putus asa.

Apabila dibandingkan dengan rahmat Allah yang besar, maka dosa itu sangat kecil

Question :

  1. Bagaimana muamalah dengan orang yang berkredit? Jawab : boleh. Asalkan jelas akad kreditnya tetap syari.
  2. Apabila menolong orang yang dirampok, apakah termasuk syahid? Jawab : ya.

 

wallahu ‘alam

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 26 April 2015

#catatankajian

 

 

Posted in Ta'lim

Keduanya Masuk Surga

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-24

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Allah Subhanahu wa Ta’ala tertawa – merasa senang – kepada dua orang yang seorang membunuh pada lainnya, kemudian keduanya dapat memasuki syurga. Yang seorang itu berperang fisabilillah kemudian ia dibunuh, selanjutnya Allah menerima taubat atas orang yang membunuhnya tadi, kemudian ia masuk Islam dan selanjutnya dibunuh pula sebagai seorang syahid.” (Muttafaq ‘alaih).

Faedah Hadits :

  • Dalam hadits diatas yang satu berjuang dijalan Allah (yang terbunuh) sehingga disebut mujahid. Kemudian yang satu lagi bertaubat dan kelak membela agama Allah. Sehingga keduanya masuk surga.
  • Apapun yang dilakukan (dosa besar) maka harus bertaubat. Allah menerima taubat hambanya. Karena taubat adalah jalan terbaik.
  • Tidaklah boleh berputus asa dari rahmat Allah. Meski asalnya orang kafir kemudian masuk islam maka hal demikian memangkas kekufuran dan kesyirikan sebelumnya.
  • Dalam hadits diatas orang yang bertaubat asalnya adalah seorang pembunuh serta kafir. Tetapi masuk islam dan mati syahid (jaminannya surga). Mati syahid dijalan Allah menjadi penyebab masuk surga.

Manusia hendaklah bertaubat sekalipun dosanya besar karena Allah Maha Pengampun. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa asalkan bersungguh sungguh taubat dan tidak putus asa.

Apabila dibandingkan dengan rahmat Allah yang besar, maka dosa itu sangat kecil

Question :

  1. Bagaimana muamalah dengan orang yang berkredit? Jawab : boleh. Asalkan jelas akad kreditnya tetap syari.
  2. Apabila menolong orang yang dirampok, apakah termasuk syahid? Jawab : ya.

wallahu ‘alam

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 10 Mei 2015

#catatankajian

Posted in Ta'lim

Taubat lah dengan Sebenar Benar Taubat

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-22

Dari Abu Nujaid yaitu lmran bin Hushain al Khuza’i radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang wanita dari suku Juhainah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dan ia sedang dalam keadaan hamil karena perbuatan zina.

Kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah, saya telah melakukan sesuatu perbuatan yang harus dikenakan had – hukuman – maka tegakkanlah had itu atas diriku.” Nabiullah shallallahu ‘alaihi wassalam lalu memanggil wali wanita itu lalu bersabda: “Berbuat baiklah kepada wanita ini dan apabila telah melahirkan – kandungannya, maka datanglah padaku dengan membawanya.” Wali tersebut melakukan apa yang diperintahkan. Setelah bayinya lahir – lalu beliau shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk memberi hukuman, wanita itu diikatlah pada pakaiannya, kemudian dirajamlah. Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wassalam mensholatkan jenazahnya.

Umar berkata pada beliau: “Mengapa engkau mensholati jenazahnya, ya Rasulullah, sedangkan ia telah berzina?” Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Ia telah bertaubat benar-benar, andaikata taubatnya itu dibagikan kepada tujuhpuluh orang dari penduduk Madinah, pasti masih mencukupi. Adakah pernah engkau menemukan seseorang yang lebih utama dari orang yang suka mendermakan jiwanya semata-mata kerana mencari keridhaan Allah ‘Azzawajalla.” (HR. Muslim).

Faedah Hadits :

  • Had (hukum rajam) tidak boleh ditegakkan bagi seseorang yang sedang hamil, kecuali jika sudah melahirkan maka tegakkanlah.
  • Wanita tersebut tidak lantas diboikot karena telah melakukan kesalahan, betapa baik hatinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan kepada wali wanita tersebut untuk menutupi wanita tersebut dengan kain. Meskipun menegakan hukum islam tetapi tetap tidak boleh dengan kekerasan. Hukum tetap berlaku tetapi ada kode etiknya.
  • Masyaa Allah betapa mulia akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau mensholatkannya. Karena orang yang berbuat dosa lantas bertaubat akan jauh lebih baik.
  • Hukum had (rajam bagi sesiapa yang berzina adalah peringatan keras. Jika melakukan dan ia tidak bertaubat maka ia akan disiksa di neraka (bagian daripada Azab).
  • Sesungguhnya seorang muslim itu akan terus menerus terfitnah, terus menerus lupa dan terus menerus bertaubat. Apabila melakukan dosa akan segera membersihkan dirinya dari dosa meskipun ia harus membinasakan dirinya (seperti kisah wanita dari suku Juhainah yang dirajam).
  • Sebaiknya setelah melakukan dosa segeralah bertubat.
  • Syarat taubat yang terpenting adalah adanya kemauan yang kuat (azzam).
  • Tanda kebaikan (kebahagiaan) seseorang yaitu jika diberi nikmat maka ia senantiasa bersyukur, jika diuji maka bersabar dan jika berbuat dosa maka segera ber istigfar dan bertaubat.

Hadits ke-23

Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik radhiallahu ‘anhum bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Andaikata seorang anak Adam – yakni manusia – itu memiliki selembah emas, ia tentu menginginkan memiliki dua lembah dan samasekali tidak akan memenuhi mulutnya kecuali tanah – yaitu setelah mati – dan Allah menerima taubat kepada orang yang bertaubat.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits :

  • Sesungguhnya bani adam tidak akan menguasai perihal tersebut kecuali jika ia bertaubat.
  • Tercelanya orang yang mengumpulkan harta serta berangan angan dengan harta. Sesungguhnya hal demikian akan menimbulkan sifat kikir dan bakhil.
  • Jika tidak ingin tercela maka kumpulkanlah harta sebanyak banyaknya dan keluarkanlah sebanyak banyaknya pula. Jika diberi banyak harta maka gunakanlah untuk dijalan Allah.
  • Ketika ingin banyak bisnis maka motivasilah diri untuk terus menambah ilmu, karena tidak ada yang pernah tau semakin disibukkan dengan dunia (bisnis) seseorang mudah terjatuh kepada futur. Maka semangatlah kajian.
  • Jiwa apabila sudah berpaling dari kebaikan maka akan terus menagih seakan sudah menajdi suatu kebiasaan. Maka tegaslah jangan mengikuti hawa nafsu.
  • Sifat rakus seseorang pada dunia tidak akan pernah berakhir sampai dia mati, sampai mulutnya penuh dengan tanah kuburan.
  • Jika engkau didahului oleh dunia, maka unggullah dengan akhiratmu.
  • Shodaqoh, infaq jangan pernah merasa takut. Banyak banyaklah bersyukur

If you are thankful I will surely give you more and more

Didalam  firman Allah :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih. (QS. Ibrohim :7).

Question:

  1. masihkan bisa mendapatkan bidadari surga meskipun pernah khilaf terjatuh kedalm zina? jawab : bisa, selama engkau bertaubat.
  2. hukum kredit? jawab : hukum asal adalah boleh dan halal. akan tetapi kebanyakan mengatasnamakan meminjam uang dibayar dengan menyicil namun diakhir ditambah bunga. hal demikian termasuk riba.
  3. bagaimana bertaubat dari perbuatan dengan manusia? jawab : taubat nasuha, kemudian memberikan hak kepda manusia, memohon maaf serta tidak mengungkit lagi.
  4. bagaimana jika tidak ada hukum had di negara? jawab : maka bertaubatlah dengan bersungguh sungguh.
  5. apa hukum belajar bahasa arab? jawab : hukumnya ilmu washilah (perantara) untuk mempelajari ilmu ilmu yang lain.

wallahu ‘alam

Mesjid Asy Syuhada

Cikampek, 12 April 2015

#catatankajian

 

Posted in Ta'lim

Bersabarlah Tatkala Tertimpa Musibah

Catatan Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin Bab Sabar

Pembicara : Al – Ustadz Ahmad Tonarih Al Atsary Hafidzahullah

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadits ke-43

وعن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :”إذا أراد الله بعبده خيراً عجل له العقوبة في الدنيا، وإذا أراد الله بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة”.

Dari Anas radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hambaNya, maka Allah akan mempercepat suatu siksaan – penderitaan – sewaktu dunia, tetapi jika Allah menghendaki keburukan pada seseorang hambaNya, maka orang itu dibiarkan dengan dosanya, sehingga nanti akan dipenuhkan balasan – siksaannya – hari kiamat.”

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : “إن عظم الجزاء مع عظم البلاء، وإن الله تعالى إذا أحب قوماً ابتلاهم، فمن رضي فله الرضى، ومن سخط فله السخط” ((رواه الترمذي وقال : حديث حسن)).

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya besarnya balasan – pahala – itu tergantung dari besarnya bala’ yang menimpa dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka mereka akan diberi ujian. barangsiapa yang ridho menerima bala’, maka ia akan memperolehi keridhoan dari Allah dan barangsiapa yang kecewa maka ia akan memperoleh kemurkaan dari Allah.” (Hadits Hasan. HR. At Tirmidzi)

Faidah hadits :

Segala siksaan di dunia yang Allah kehendaki itu adalah suatu kebaikan yang Allah berikan. Karena itu adalah kifarat (penghapus dosa), apabila Allah tidak menghendaki suatu kebaikan pada hambaNya maka Allah akan berikan hukuman (penderitaan) di hari kiamat. Tetapi bukan berarti kita lantas meminta penderitaan dari Allah. Apabila kelak kita mendapat musibah dari Allah maka kita harus sabar, ridho dan ikhlas.

“seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya”

• Adapun kesabaran atas musibah dan atas penyakit yang dideritanya maka hal demikian akan menghapuskan / membersihkan dari dosa dosanya terdahulu.

Dan ingatlah ada 3 jenis kesabaran :

  1. Sabar atas perintah Allah
  2. Sabar atas perkara perkara yang Allah haramkan
  3. Sabar atas gangguan yang menyakitkan

Suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk ridho atas segala ujian yang menimpa dirinya (tidak merasa marah, jengkel, bahkan hingga berputus asa).

• Diantara tanda tanda dihapuskan dari dosa dosa adalah sikap sabar atas Al bala’ ( malapetaka atau musibah). Lantas kita akan terus bertanya dalam diri mengapa kita harus bersabar?

Jawabnya adalah karena semua urusan ada ditangan Allah, dan dengan kehendak Allah. Maka sabar adalah sikap terbaik agar kita merasa berserah atas taqdir nya.

• Dalam mengimani taqdir ada 4 hal yang harus diyakini :

1. Al- ilmu’ (tentang ilmu Allah)

Mengimani bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, sejak dahulu Allah ada. Allah mengetahui segalanya dan tak luput dari ilmuNya. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu secara global maupun terperinci sejak zaman azali hingga abadi.

2. Al – kitaabah (pencatatan)

Mengimani bahwa Allah telah mencatat apa yang telah diketahuiNya dari ilmuNYa, dari ketentuan para makhluk hingga hari kiamat dan tercatat dalam Al- Lauhul Mahfuzh. Allah mencatat seluruh taqdir para makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

3. Al – masyiiah (kehendak)

Mengimani bahwa Allah memiliki kehendak yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada perbuatan makhluk pun yang keluar dari kehendak Allah. Baik disukai maupun tidak oleh syariat.

Dalam hal ini terbagi menjadi 2 kehendak :

∗ Irodah kauniyyah : sesuatu yang berarti kehendak yang pasti terjadi jika Allah berkehendak. apabila Allah mengatakan sesuatu terjadi, maka terjadilah. Seperi ketaatan dan kemaksiatan.
∗ Irodah syariyyah : sesuatu yang bermakna cinta (kesenangan), bersifat bisa terealisasi ataupun tidak, dan terdapat kecintaan Allah.

4. Al- khalq (penciptaan)

Mengimani bahwa Allah mempunyai peranan dalam penciptaan. Meyakini bahwa sesuatu yang ada adalah makhluk ciptaan Allah baik dzat maupun sifatnya.

Menurut Syaikh Al – Utsaimin Rahimahullahu ta’ala

“Jika tertimpa azab didunia maka itu adalah nikmat, karena azab di dunia lebih ringan dari azab di akhirat”.

• Jika Allah tidak menghendaki kebaikan untuk seseorang di dunia, maka akan Allah undur hingga hari kiamat kelak. Hal demikian seumpama bahwa adakalanya hamba Allah terus menerus bermaksiat dan tidak beribadah secara benar kepada Allah, akan tetapi Allah permudah seluruh urusannya, Allah memberikan nikmat lebih padanya. Berhati hatilah bisa saja hal demikian adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan dari Allah). Sungguh perkara diatas adalah Allah telah menghalangi ia dari penderitaan di dunia, sehingga akan berujung penderitaan di akhirat kelak.

• Musibah yang sangat hebat mempunyai balasan pahala yang besar. Apabila Allah menguji dengan musibah yang keras niscaya Allah beri mereka dengan pahala yang besar, dan itulah tandanya Allah memncintai hambanya. Ingatlah suatu hadits,

إِذَاأَحَبَّ اللَّهُ قَوْ مًا إِبْتَلَا هُمْ

“Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka niscaya Allah akan menguji Mereka”. (Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaami’ no. 285)

• Apabila ditimpa suatu musibah dari Allah jangan lantas berprasangka buruk bahwa Allah membenci kita, atau bahkan tatkala diberi musibah bukan lantas menjauh dari Allah hingga berguguran pula dalam majelis ilmu. Akan tetapi teruslah berjuang karena hal demikianlah yang akan mengangkat derajatmu dan menghapus dosa dosamu yang telah lalu.

wallahu ‘alam bishowab
Mesjid Asy Syuhada
Cikampek, 27 Maret 2016

#catatankajian

Posted in Goresan

Jatuh Cinta dengan Manhaj ini

Terlanjur Jatuh Cinta Dengan Manhaj Ini

FB_IMG_1459172930053Aku memiliki banyak teman, dan teman temanku ada dari beberapa harokah. Aku  adalah tipe orang yang berusaha mencari kenyamanan, dan disinilah kenyamanan hatiku berada, ketentraman, ukhuwah, care, rasa sayang dan cinta, serta kekeluargaan yang begitu kental.

Tepat tahun 2009 aku mengenal manhaj ini setelah aku sempat diterpa beberapa fitnah tentang manhaj salaf ini, dari yang mengatakan manhaj salaf ini sholatnya mengenakan batu karbala *padahal itu syiah, dari yang mengatakan seseorang disekolahku bermanhaj salaf dan ia terindikasi sesat, dikata bahwa manhaj ini berlebihan.

Karena saat itu aku masih ikut mentoring, dan aku selalu izin tiap pekannya untuk ikutan kajian salaf kakak seniorku sempat kecewa padaku, ia mengatakan aku telah berbeda berlebihan. Padahal  Sungguh tidak sama sekali aku menemukan keraguan ketika aku mempelajari manhaj salaf ini.

Bermula dari kegemaranku mendengarkan radio sunnah di kota ku, kemudian aku mulai tertarik dan mencari tau. Lalu, alhamdulillah salahsatu rekanku tiba tiba meminjamkan beberapa buku, padahal tidak ku kenal. Ia meminjamkan buku mengenai lembutnya dakwah ahlussunnah serta buku ushul tsalatsah yang membahas tentang tauhid. Darisanalah aku semakin tertarik, aku pelajari, aku minta rekomendasi buku panduan khusus akhawat. Lalu keinginanku untuk mengikuti kajian semakin menggebu.

Aku menghadiri kajian salaf untuk pertama kalinya dengan menggunakan gamis abu dan kerudung sekolah yang hanya menjulur hingga pinggang. Awalnya minder, malu. Masyaa allah akhawat disini hampir semua mengenakan pakaian syari. Tak ada rasa takut dibenakku yang ada hanya terbesit rasa iri

Kapan aku akan sempurna mengenakannya?

Saat itu aku ditemani dengan sahabatku yara, kami duduk tepat dibarisan belakang ikhwan karena kami belom begitu paham bagaimana aturan mainnya. Kemudian ada anak kecil menghampiri sambil teriak teriak.

“ummi, ummi..”

Aku dan yara sontak bingung.

“nyariin ummi, dek?”

Gak lama ummi nya nyamperin, mungkin adek ini terpisah dari ummi nya.

“ay, adek nya pasti bingung ya cari ummi nya. Orang kebanyakan pada pake cadar hehe” kata yara,

“iya yar, aku juga jadi bingung hehe”

Setelah kajian usai, tibalah waktu sholat dzuhur. Alhamdulillah semenjak sekolah aku kemana mana selalu membawa alat sholat, jadi bisa ikut berjamaah dan tidak bingung mencari mukena. Melihat para akhawatnya langsung sholat, semakin merasa iri.

“kapan aku bisa seperti mereka, dengan pakaian syari tak perlu repot lagi untuk sholat. Bukankah islam itu agama yang mudah. Aku yakin suatu saat nanti bisa seperti itu. aamiin.”

Seusai solat, aku segera ke parkiran dan melihat lihat buku siapa tau ada yang sesuai dan pas dikantong. Karena hobby ku membaca, apalagi rasa penansaran akan manhaj salaf ini semakin menggebu maka aku pun membeli beberapa buku untuk aku pelajari.

Masyaa allah, nikmat mana yang akan hamba dustakan yaa Rabb.

Seiring berjalannya waktu aku semakin penasaran, dan memang begitulah siklus nya ketika semangat maka akan dirasa menggebu. kajian demi kajian ku ikuti, meskipun saat itu yang aku ikuti sekedar kajian tematik dan itu pun hanya 1 bulan sekali. karen aku belum tau dimana kajian kitab dan memang tahun tahun itu dakwah salaf belum se-semarak kini. kebanyakan ilmu yang kudapatkan hanya dari mendengarkan radio, membaca buku, sharing tentang fatwa fatwa. tetapi memang rasanya berbeda ketika menimba ilmu tanpa adanya seorang guru karena khawatir akan terjatuh pada syubhat syubhat.

Aku semakin mantap dengan pilihanku, aku berharap semoga kelak bisa terus konsisten dalam kajian. berawal dari keinginanku melanjutkan pendidikan di kota pelajar, dan kudengar disana banyak sekali betebaran majelis ilmu bahkan ada asrama putri nya. namun saat pengumuman hasil qodarullah aku tak masuk pilihan satu, aku masuk pilihan dua sehingga aku melanjutkan pendidikan ku di kota kembang. hmm.. semoga kajian di kota kembang pun semarak.

Setelah berubah status jadi mahasiswa, ada beberapa tawaran opsi mahad khusus putri yang bisa aku tempati. namun qodarullah semua jauh dari kampusku. hingga akhirnya aku berusaha mencari tempat kajian saja meski jauh harus dilewati.

Aku ikut kajian salaf kali pertama di kota bandung yaitu di kampus ITENAS dan Mesji Agung Cimahi. disana aku mengenal beberapa akhawat. kemudian aku mulai mencari lagi kajian yang dekat dengan kampusku. alhamdulillah diperkenalkan dengan kajian rutin kitab di mesjid Al Huda Jatinangor. aaah– tempat itu tidak terlalu jauh, setidaknya aku hanya sekali naik angkot. alhamdulillah itulah kali pertama aku bermajelis di majelis ilmu nya Ust. Yahya Abdul Aziz hafidzahullahu ta’ala dengan kitab tauhid dan Ust. Muh. Rofiq dengan kitab Bulughul marom. kemudian aku mulai kenal dengan akhawat lainnya, aku mulai ikut kajian di cipaganti dengan Ust. Abu Haidar hafidzahullahu ta’ala dengan kitab Riyadhus shalihin. aah masyaa Allah kota kembang ini bikin aku sulit move on. akhirnya aku memutuskan untuk ikut kelas ma’had pekanan dari Udrussunnah Akhawat yang dibimbing oleh Ust. Yahya Abdul Aziz. alhamdulillahiladzi bini’matihi tatimush shalihaat. disini mulailah saya harus fokus, harus mau meluangkan waktu untuk ilmu, harus mau ngangkoters kota bandung karena jarak yang cukup jauh dengan asramaku.

Tapi di mahad mahasiwa ini aku mulai bisa belajar terstruktur, membahas kitab fiqhus sunnah, kitab aqidah washitiyah, kitab tauhid, fiqh nikah, kitab muyyasar, muktraot, durusul lughoh, arab bayyina yadaik. ah masyaa allah nikmatNya.

Tapi sedih itu ketika waktu ku dikota kembang ini sudah habis, amanah menuntut ilmu dunia telah usai. tetapi tidak dengan menuntut ilmu syari. aku masih merindukan, aku belom bisa move on dari majelis ilmu disini. hingga akhirnya setelah aku pindah, aku masih terus melanjutkan mahad pekanan dikota kembang ini dengan pergi tiap pekan diantar adek.

Hal demikian kiranya tidak terlepas dari pertolongan Allah, sehingga dimudahkan urusannya untuk menuntut ilmu syari.

Dan kini aku diamanahi untuk menjadi seorang pendidik di salahsatu mahad salaf dikota kecilku ini. alhamdulillah banyak pula kajian kitab rutin yang diadakan disini. tetapi kebanyakan berlangsung pada malam hari, namun karena jarak yang cukup dekat dengan rumah maka aku tetap menghadiri selama berusaha menjaga dari berbagai macam fitnah.

Di Ma’had Al Bashiirah ini memang dikhususkan untuk bahasa arab. sehingga sangat diberi kemudahan untuk para ikhwan. Karena disini adanya kelas takhosus untuk ikhwan. tetapi kajian kitab pun tidak kalah semarah, meskipun dikota yang kecil ini. ada pembahasan kitab riyadhus shalihin, ushul tsalatsah, pilar pilar menuntut ilmu oleh Al ustadz Ahmad Tonarih hafidzahullahu ta’ala. kitab Al wajiz oleh Abu ammar hafidzahullahu ta’ala. tahsin oleh ustadz Abu Faiz hafidzahullahu ta’ala. kajian kitab tazkiyatun nafs oleh ust. Abu Islama hafidzahullahu ta’ala. serta kajian kajian rutin lain yang dikhususkan untuk ikhwan.

Masyaa allah betapa bersyukurnya diri ini  karena dikota kecilku ini semarak juga kajian kitab. Semoga kajian dikota kota kecil semakin semarak, dan para penuntu ilmu semakin berminat menghadiri kajian kitab bukan hanya kajian tematik saja.

Lagi lagi aku dibuat semakin cinta
dengan manhaj salaf ini, 
pembahasan yang   ilmiah, terstruktur, 
pendekatan yang inteketual serta manisnya
hidayah ini yang tak henti hentinya
kupinta pada Allah
بنت جو هري